Bersaing dengan Rusia, Kapal Perang AS Berlabuh di Sudan

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 02/Mar/2021 18:50 WIB
Kapal angkatan laut AS berlabuh di Sudan pada 1 Maret 2021. /REUTERS/El Tayeb Siddiq Kapal angkatan laut AS berlabuh di Sudan pada 1 Maret 2021. /REUTERS/El Tayeb Siddiq

Jakarta (BeritaTrans.com) - Sebuah kapal perusak milik Angkatan Laut AS berlabuh di pantai Laut Merah Sudan pada Senin, 1 Maret 2021, sehari setelah kapal perang fregat Rusia juga berlabuh di tempat itu.

Kehadiran kapal itu menjadi tanda terbaru mencairnya hubungan Sudan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:
Makin Tegang, Joe Biden Siap Hajar China di Laut China Selatan

Dikutip dari Reuters, kunjungan kapal tersebut merupakan tanda persaingan internasional untuk mendapatkan pengaruh di Sudan, yang terletak di menjembatani Horn of Africa, Teluk, dan Afrika Utara, menyusul penggulingan penguasa lama Omar al-Bashir pada 2019.

Sekitar 300 marinir berdiri tegak di atas kapal USS Winston Churchill disambut oleh kelompok militer Sudan di Port Sudan, kota penting yang strategis di Laut Merah yang berfungsi sebagai pelabuhan utama Sudan.

Baca Juga:
China Usir Kapal Perang AS Gegara Memasuki Laut China Selatan

Rusia berencana untuk mendirikan pangkalan pusar di sana yang mampu menambatkan kapal permukaan bertenaga nuklir. Pada Minggu, 28 Februari kapal fregat Admiral Grigorovich menjadi kapal perang Rusia pertama yang memasuki pelabuhan, kantor berita Interfax melaporkan.

Amerika Serikat dan Sudan telah mulai membangun kembali hubungan politik dan ekonomi, dan akhir tahun lalu Washington menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme. Di bawah Bashir, Sudan dituduh menyembunyikan kelompok militan.

Baca Juga:
Viral 14 UFO Kerumuni Kapal Perang Amerika, Ini Sejarah Kemunculannya

"Alasan saya di sini adalah karena saya ingin belajar lebih banyak tentang negara Anda dan mengembangkan kemitraan dengan angkatan laut Anda," kata Laksamana Muda Michael Baze, direktur urusan kelautan untuk Armada Keenam Angkatan Laut AS.

Kunjungan itu dilakukan "setelah istirahat lebih dari 30 tahun dan dianggap sebagai kunjungan yang sangat penting dan merupakan kembali ke hubungan Amerika-Sudan dalam rangka kunjungan kapal perang," kata Kolonel Ibrahim Hammad, komandan armada untuk Pangkalan angkatan laut Sudan.

Angkatan AS mengatakan pejabat Sudan akan mengunjungi kapal menjajaki peluang untuk bekerja sama dan membangun dasar untuk hubungan yang berkomitmen pada keamanan dan stabilitas dengan mitra AS.

(lia/sumber:pikiranrakyat)