KAI Dukung Integrasi Transportasi untuk Tingkatkan Konektivitas di Jabodetabek

  • Oleh : Fahmi

Senin, 27/Sep/2021 18:40 WIB
Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Dok.Istimewa) Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Dok.Istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung integrasi transportasi di Jabodetabek untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses transportasi umum. Konektivitas antarmoda yang baik diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum. 

Sebelumnya, penataaan kawasan stasiun telah diresmikan di Stasiun Pasar Senen, Sudirman, Tanah Abang, dan Juanda pada 17 Juni 2020. 

Baca Juga:
Komut KAI Said Aqil Apresiasi Kinerja Jajaran Keamanan KAI Selama Masa Angkutan Lebaran 2024

Selanjutnya, peresmian penataan kawasan Stasiun Tebet dan Palmerah rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (29/9/2021) oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

"Penataan kawasan stasiun ini akan meningkatkan aksesibilitas para pengguna KRL saat akan menuju atau tiba di stasiun. Karena setelah ditata, kawasan stasiun menjadi lebih teratur dan dilengkapi integrasi antarmoda yang baik," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Senin (27/9/2021). 

Baca Juga:
Libur Lebaran Usai, KAI Commuter Layani Lebih 954 Ribu Penumpang KRL Tiap Harinya

Pengguna KRL akan lebih mudah untuk melanjutkan perjalanannya menggunakan transportasi umum lainnya seperti bus Transjakarta, mikrotrans, bajaj, atau ojek karena seluruhnya telah ditata dengan baik pada kawasan stasiun. 

Selain itu, hadirnya berbagai fasilitas penunjang serta wayfinding yang baik, akan membuat para pengguna KRL menjadi lebih nyaman saat berada di kawasan stasiun. 

Baca Juga:
KAI Daop 5 Purwokerto Maksimalkan Pelayanan Customer Service Mobile untuk Penumpang Mudik Belakangan

Saat ini, KRL melayani rata-rata sekitar 300 ribuan pengguna perhari melalui 994 perjalanan KRL. Dengan jumlah pengguna yang cukup banyak, maka penataan kawasan stasiun dan integrasi antarmoda yang baik akan mewujudkan mobilitas para pengguna KRL yang tertib dan teratur saat mencari moda transportasi lanjutan. 

Kolaborasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan pihak Swasta dalam membangun suatu ekosistem transportasi yang terintegrasi akan memberikan peningkatan pelayanan kepada para pengguna transportasi umum. 

Hadirnya integrasi transportasi umum yang baik, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraaan pribadi ke moda transportasi umum khususnya kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau.(fahmi)