FAA Pelajari Proposal FedEx Lengkapi Pesawat Kargo, Airbus A321-200 dengan Teknologi Anti-Rudal

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 19/Janu/2022 00:07 WIB


 

Baca Juga:
4 Kali Gagal Mendarat di Tengah Cuaca Buruk, Pesawat Airbus A321-200 JetBlue Akhirnya Alihkan Pendaratan

WASHINGTON DC (BeritaTrans.com) - Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) sedang meninjau proposal FedEx untuk memasang teknologi anti-rudal pada pesawat kargo Airbus A321-200.

Pada Oktober 2019, perusahaan transportasi dan logistik mengajukan permohonan sertifikat tipe tambahan untuk memasang sistem pertahanan rudal berbasis laser, yang mengarahkan energi laser inframerah ke rudal pencari panas dalam upaya untuk mengganggu pelacakan rudal terhadap panas pesawat.

Pesawat A321-200, yang saat ini tidak dioperasikan oleh perusahaan ekspres, akan dimodifikasi oleh FedEx.

Baca Juga:
Pesawat Kargo DHL Terbelah Usai Mendarat Darurat dan Tergelincir di Bandara Kosta Rika

Dalam sebuah dokumen yang diterbitkan di Federal Register, FAA mengatakan: “Fitur desain ini adalah sistem yang memancarkan energi laser inframerah di luar pesawat sebagai tindakan balasan terhadap rudal pencari panas.

“Peraturan kelaikan udara yang berlaku tidak memuat standar keselamatan yang memadai atau sesuai untuk fitur desain ini.

Baca Juga:
Black Stone Airlines Resmi Beroperasi, Layani Penerbangan Kargo

“Kondisi khusus yang diusulkan ini berisi standar keselamatan tambahan yang dianggap perlu oleh Administrator untuk menetapkan tingkat keselamatan yang setara dengan yang ditetapkan oleh standar kelaikan udara yang ada.”

Energi laser inframerah dapat menimbulkan bahaya bagi orang-orang di pesawat, di darat, dan di pesawat lain, kata FAA. Risikonya meningkat karena cahaya inframerah tidak terlihat oleh mata manusia.

Paparan manusia terhadap energi laser inframerah dapat mengakibatkan kerusakan mata dan kulit, dan mempengaruhi kemampuan awak pesawat untuk mengendalikan pesawat.

Energi laser inframerah juga dapat mempengaruhi pesawat lain, baik di udara atau di darat, dan properti, seperti truk bahan bakar dan peralatan bandara, dengan cara yang berdampak buruk pada keselamatan penerbangan.

FAA mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, dalam beberapa insiden di luar negeri, pesawat sipil ditembaki oleh sistem pertahanan udara portabel (MANPADS).

Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan merancang dan mengadaptasi sistem seperti sistem pertahanan rudal berbasis laser untuk dipasang di pesawat sipil, untuk melindungi pesawat tersebut dari rudal pencari panas.