Komisi V DPR Pertanyakan Penarikan Anggaran November-Desember Terbanyak, Ini Jawaban Kemenhub

  • Oleh : Naomy

Senin, 14/Feb/2022 19:32 WIB
Plt. Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha Plt. Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Komisi V DPR mempertanyakan dan menyoroti mengapa penarikan anggaran Kementerian Perhubungan di November dan Desember cenderung lebih tinggi dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya sepanjang tahun 2021.

Baca Juga:
Jelang Nataru, Ditjen Hubla Geber Sejumlah Persiapan

Hal itu mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR bersama Ditjen Perhubungan Laut dan Ditjen Perhubungan Udara, Senin (14/2/2022).

Plt. Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha menyanpaikan kondisi itu terjadi lantaran salah satunya adalah proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Baca Juga:
Usai Terbit Aturan, 21 Pelabuhan ini Siap Beri Layanan OPS pada Kapal

"Nilainya memang besar,  mencapai Rp1,7 triliun, karena semua terakumulasi pada akhir tahun," jelas Arif. 

Juga karena adanya beberapa hal, maka terjadi lonjakan signifikan di akhir tahun.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Bangun 2 Rumah Dinas di Jakarta

"Kami menerima saran dan akan mencoba mengubah dengan pola kurva S," tuturnya.

Pada pola Kurva S peningkatan terjadi di awal dan diperkecil di akhir tahun anggaran.

Hal senada juga dituturkan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto.

"Ada beberapa kontraktual yang baru berjalan di bulan Agustus bahkan September," katanya.

Oleh karena itu terjadi penarikan agar masif. Kemudian pihaknya juga membeli peralatan-peralatan yang ready di November.

Di Maret dan April memang ada pekerjaan namun belum ada pembayaran karena belum ada progres peralatan.

"Kami akan perbaiki dan sehingga progres Kurva S dalam dijalankan, tidak lagi dengan pola C terbalik seperti juga arahan yang telah disampaikan Pak Menhub," ujar dia. (ony)