Amran Sopiri Bus Rute Bekasi-Pagar Alam: Tidak Ada Syarat Lagi, Penumpang Masih Sepi

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 15/Mar/2022 16:13 WIB
Amran, pengemudi bus rute Bekasi-Pagar Alam saat membawa penumpang pada Selasa (15/3/2022). Amran, pengemudi bus rute Bekasi-Pagar Alam saat membawa penumpang pada Selasa (15/3/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Mengendarai bus lintas antarprovinsi dari Bekasi hingga Pagar Alam, Sumatera Selatan bisa dilakukan laki-laki 53 tahun ini. 

Meski bus batangannya sedang diperbaiki di karoseri, laki-laki yang akrab dipanggil Amran ini, juga tetap narik bus Sinar Dempo dengan unit yang lain. Namun, kini unitnya yang biasa dia bawa telah selesai dan kembali melayani rute Bekasi-Pagar Alam. 

Baca Juga:
Polisi Buru Pengemudi Bus Laju Prima Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92

"Iya ini bus baru keluar karoseri, kemarin bawa yang kelas lain," kata pengemudi bus Sinar Dempo, Amran saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, Selasa (15/3/2022). 

Mengendarai bus akan ditempuhnya selama sehari semalam. Bus akan melawati berbagai daerah di kawasan Jabodetabek untuk menaiki penumpang ke arah Pagar Alam. 

Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Polisi: Hasil Ramp Check Bus Laju Prima Tak Ada Kesalahan Teknis

"Paling-paling sampai Pagaralam jam delapan (pagi) lah," ujarnya saat memberangkatkan busnya dari Bekasi sekitar pukul 9.00 WIB. 

Dikatakannya juga saat ini aturan perjalanan sudah longgar. Sebelumnya diketahui terdapat pemeriksaan sejumlah dokumen perjalanan seperti sertifikat vaksin dan hasil swab berdasarkan antigen atau PCR. Namun, kini dikatakannya sudah tidak ada lagi pemeriksaan tersebut, baik dari Bekasi maupun dari Pagar Alam. 

Baca Juga:
Musim Libur Sekolah dan Idul Adha, Tarif Bus Primajasa Semua Rute Normal

"Sekarang sudah enggak ada pemerikasaan lagi," kata warga Pagar Alam ini. 

Walau tidak ada pemeriksaan, jumlah penumpang juga tidak mengalami peningkatan. Amran mengatakan jumlah sewa saat ini masih sedikit dan terasa normal dibandingkan sebelumnya. 

"Kita bawa bus, kalau sewa normal-normal aja, belum ramai," ujarnya. 

Sebagai pencari rezeki di transportasi darat, Amran juga berharap untuk pada musim Ramadhan dan Idul Fitri tidak ada lagi pembatasan untuk dirinya bekerja. 

"Kalau enggak ada covid-covid  ini lagi, semoga ya bisa jalan lah," ucapnya. 

Bus unit dengan 'baju baru' buatan Tentrem tersebut diawaki oleh tiga orang. Amran sebagai sopir satu dibantu oleh Jonson sopir dua dan seorang Kondektur Muhammad Alfarizi. 

Diketahui, bus PO Pagar Alam termasuk yang diawaki mereka akan mendatangi setiap agen atau terminal yang ada di Jabodetabek untuk mencari penumpang. 

Saat di perjalanan, baik dari arah keberangkatan atau pun kedatangan bus Pagar Alam akan melewati jalur-jalur sempit dan berliku. Memang tidak sembarangan orang bisa melaluinya, terlebih lagi di kawasan jalan di Likuan Endikat. 

Beberapa pengemudi bus arah sana, menyebutkan perjalanan akan lebih mudah dilewati bagi pengemudi bus yang biasa melewati jalur tersebut. 

Jalan Likuan Endikat tersebut merupakan satu-satunya akses untuk ke Kota Pagar Alam dan menuju provinsi lain setelahnya. 

Jalan yang meliku dan sempit juga dibatasi oleh tebing dan jurang, dikatakan juga akan terjadi licin jika hujan turun. 

Selain jalur yang ektreme untuk dilalui bus, jalan Sumatera juga kerap terjadi aksi pelemparan. Aksi tersebut dapat merusak badan mobil dan itu dapat merugikan dan juga berbahaya. 

Harga tiket bus Sinar Dempo dari Bekasi atau Jakarta dengan tujuan Pagar Alam bervariasi bisa menyesuaikan dengan kelas bus, yaitu sekitar Rp370 ribu sampai Rp430 ribu.(fahmi)