Puluhan Bus di Terminal Pulo Gebang Ditemukan Tak Laik Jalan

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 17/Apr/2022 04:42 WIB
Terminal Pulo Gebang. (Ist) Terminal Pulo Gebang. (Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Terdapat puluhan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur yang tidak laik jalan, menjelang arus mudik Lebaran 2022. 

Fakta ini diungkapkan Kepala Terminal Pulogebang Bernad Pasaribu. Berdasarkan ramp check atau inspeksi keselamatan rutin yang dilakukan, ditemukan puluhan bus dari berbagai perusahaan otobus (PO) yang tak laik jalan. 

Baca Juga:
Polisi Buru Pengemudi Bus Laju Prima Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92

"Pada ramp check Senin (11/4/2022) dari 10 bus yang diperiksa ditemukan dua bus tidak laik jalan, sementara pada ramp check Selasa dari 11 bus diperiksa ditemukan tujuh tidak laik jalan," ucap Bernad seperti dikutip, Jumat (15/4/2022). 

Kemudian pada ramp check hari Rabu (13/4/2022) yang lalu, ditemukan 45 bus yang tidak laik jalan. Sementara, 53 bus lainnya dinyatakan laik jalan. 

Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Polisi: Hasil Ramp Check Bus Laju Prima Tak Ada Kesalahan Teknis

Ada berbagai kriteria penilaian kelayakan jalan bus-bus tersebut. Bernad menjelaskan, bus AKAP yang dinyatakan tidak laik jalan menggunakan ban vulkanisir, kaca pecah dan pintu darurat terhalang kursi. Kemudian, ban belakang yang sobek dan sabuk pengaman yang tidak berfungsi. 

Beberapa hal lain yang ditemukan misalnya rangka pintu yang keropos, kaca depan ditambal, absennya alat pemadam kebakaran, ban gundul, tidak ada palu pemecah kaca, lampu hazard yang mati dan ban cadangan hancur. 

Baca Juga:
Awal Juli Hingga Libur Idul Adha, Tarif Bus Gunung Harta Rute Madura Bakal Naik

Bernard mengatakan, pemeriksaan akan terus dilakukan setiap hari untuk memastikan keselamatan penumpang pada arus mudik tahun ini. 

"Kalau kerusakan mayor (banyak) tetapi tetap tidak diperbaiki kita akan tilang dan tidak izinkan beroperasi. Baru bisa beroperasi seetelah pihak PO memperbaiki armada," ucap Bernad.(fh/sumber:kompas)