Seluruh Stasiun KRL Wajib Uang Elektronik, Penumpang Bayar Pakai QR Code Masih 2%

  • Oleh : Fahmi

Senin, 26/Sep/2022 13:04 WIB
Foto:Ilustrasi Foto:Ilustrasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Penggunaan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, maupun tiket kode QR untuk naik KRL commuterline dikatakan berdampak pada kelancaran penumpang masuk stasiun. Hal itu disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Senin (26/9/2022).

Anne mengatakan, sejak dimulai pemberlakukan Stasiun Uang Elektronik pada 3 September 2022 lalu, KAI Commuter mencatat sebesar 62% dari seluruh transaksi pembayaran tiket commuterline atau sebanyak 9.398.733 transaksi menggunakan KMT. Sementara itu, sebanyak 36% atau 5,37 juta lebih transaksi menggunakan Uang Elektronik Bank dan sisanya sebanyak 2% atau 248 ribu lebih transaksi menggunakan QR-Code.

Baca Juga:
Volume Penumpang KRL Stabil, KAI Commuter Tetap Operasikan 1.081 Perjalanan

"Dari pantauan KAI Commuter pada Senin pagi, (26/9) kondisi seluruh stasiun terpantau lancar dan kondusif. Meski tetap terdapat antrean, namun dapat bergerak dengan lancar karena mayoritas pengguna telah memakai Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, maupun tiket kode QR untuk naik commuterline," ujar Anne dikutip dari keterangan resminya. 

Saat ini KAI Commuter berlakukan seluruh stasiun sebagai Stasiun Uang Elektronik. Dengan menggunakan pilihan transaksi non tunai tersebut setidaknya para pengguna tidak perlu antre di loket untuk isi ulang setiap akan naik commuterline. 

Baca Juga:
KRL yang Kecelakaan di Kampung Bandan Anjlok lagi Manggarai

"Dengan demikian proses antrean tersebut dapat dimininalisir," sambung Anne.

Persebaran penumpang Commuterline Jabodetabek pada hari kerja masih terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 05.30 – 07.30 WIB, dan pada jam-jam sibuk sore mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB. (Fhm)

Baca Juga:
Evakuasi KRL Anjlok Selesai, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi