Jelang Nataru, Ditjen Hubdat Mulai Cek Kesiapan Prasarana dan Pengendalian Transportasi

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 15/Okt/2022 21:31 WIB
Tinjauan Terminal tipe A di Jawa Tengah Tinjauan Terminal tipe A di Jawa Tengah

CIREBON (BeritaTrans.com) - Bercermin dari angkutan natal dan tahun baru (Nataru) sebelumya, Ditjen Perhubungan Darat mulai mengecek persiapan prasarana dan pengendalian transportasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno dalam tinjauan ke beberapa terminal, telah mempersiapkan prasarananya.

Baca Juga:
Dirjen Hubdat Sebut Kolaborasi jadi Kunci Penanganan Kendaraan ODOL Lebih Optimal

Seperti di Terminal Tipe A Harjamukti Cirebon, Terminal Tipe A Tegal, Terminal Tipe A Bulupitu Purwokerto, dan Terminal Tipe A Bobotsari Purbalingga, yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang pada saat libur Nataru.

“Dari hasil tinjauan di Terminal Harjamukti, saya mengimbau untuk masyarakat memanfaatkan fasilitas terminal yang sudah disiapkan oleh pemerintah dan gunakan angkutan umum apabila ingin ke kota-kota lain. Sedangkan untuk perusahaan bus saya mengimbau kesiapan bus dan driver nya menjelang nataru tahun ini,” kata Dirjen Hendro dalam rangkaian peninjauan, Jumat (14/10/2022).

Baca Juga:
Kemenhub Dukung Pengembangan Potensi Wisata di Jalur Pansela

Dirjen Hendro juga mengingatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bersama Polri dan TNI untuk dapat mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan melaksanakan liburan pada beberapa titik kala Nataru.

Dia berharap, saat Nataru nanti diadakan pos terpadu yang diisi oleh berbagai instansi.

Baca Juga:
Ditjen Hubdat Konsisten Beri Pelayanan Transportasi Perintis

Menurut data dari Ditlantas Polda Jabar, terdapat beberapa daerah rawan kemacetan yang menjadi perhatian Kementerian Perhubungan untuk bisa melakukan pendampingan pengamanan maupun arus kendaraan dengan pihak kepolisian.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala BPTD Wilayah IX Jawa Barat, Denny Michels. Dia menjabarkan rencana pengendalian arus kendaraan bisa dilaksanakan dengan melakukan pembatasan waktu atau rekayasa lalu lintas.

Saat ini beberapa titik yang menjadi sorotan kemacetan yaitu Nagrek, Limbangan, dan Malambong. 

“Prediksi Nataru akan melonjak pada saat long weekend, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Begitupun arus balik diprediksi akan tersebar pada 26-27 Desember 2022,” imbau Denny.

Dia mengatakan, jalur Pantura merupakan salah satu jalur alternatif yang masih menjadi idaman masyarakat untuk melakukan perjalanan. 

Oleh sebab itu, UPPKB Losarang dan UPPKB Balonggandu akan disulap menjadi rest area untuk para pemudik melakukan istirahat.

Namun demikian, Dirjen Hendro meminta masyarakat dan pemerintah untuk bekerjasama dengan baik sehingga libur Nataru dapat berjalan sesuai harapan.

Selanjutnya Dirjen Hendro melakukan tinjauan ke Terminal Tegal, Terminal Bulupitu dan Terminal Bobotsari.

Pada rapat di Terminal Bulupitu, Dirjen Hendro didampingi oleh Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Popik Montanasyah, Dinas Perhubungan Kabupaten Purwokerto dan Polres Purwokerto, dan membahas persiapan angkutan Nataru.

Selain itu juga membahaa kecelakaan akibat kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), uji KIR, dan konversi kendaraan listrik.

Konsep ke depan untuk angkutan umum Kemenhub telah menyiapkan aturan konversi kendaraan listrik. 

Beberapa SPKLU juga telah dibangun melalui kerja sama dengan PLN. Dengan manajemen yang semakin tahun semakin baik ini masyarakat diharapkan bisa berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi umum.

Di kesempatan yang sama, Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Popik Montanasyah menjelaskan, beberapa posko dan kendaraan pendukung akan dibangun menjelang angkutan Nataru. (omy)