Sandiaga Uno Bisa Dipercaya Jadi Menteri KKP RI, Disebut Tak Mungkin Korupsi karena Sudah Terlanjur Kaya

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 29/Nov/2020 10:00 WIB
Sandiaga Uno bersama Susi Pudjiastuti. Sandiaga Uno bersama Susi Pudjiastuti.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno dapat dipercaya jadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Sebab, sosok Sandiaga Uno merupakan orang sudah terlanjur amat sangat kaya, hingga bahkan disebut sebagai orang yang lebih kaya dari bajak laut.

Baca Juga:
Blusukan ke Muarq Angke, Trenggono: Ubah Citra Pasar Ikan

Sehingga, dinilai Sandiga Uno tak mungkin korupsi jika dipercaya jabat sebagai Menteri KKP RI, karena sudah jadi orang terlanjur kaya.

Membahas soal Politikus Partai Gerindra tersebut, dijelaskan olehDirektur Eksekutif Indobarometer M Qodari.

Baca Juga:
Menteri KP Ad Interim Syahrul Yasin Limpo Minta Jajarannya Fokus Rampungkan Program-Program 2020

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Jumat (27/11/2020).

Sebelumnya Edhy Prabowo ditangkap atas dugaan menerima suap dalam izin ekspor benih lobster alias benur.

Baca Juga:
Menteri KKP: PPNS Harus Lebih Berani Tindak Tegas Penjahat Kelautan dan Perikanan

Tugas Menteri KKP sementara ditangani oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Qodari kemudian menyebut nama Fadli Zon dan Sandiaga Uno dapat mengisi jabatan tersebut, meski diprediksi pilihan lebih condong ke Sandiaga.

Ia menjelaskan kekayaan Sandiaga Uno menjadi faktor dapat masuk dalam radar pengganti Menteri KKP.

"Saya berani menyebut nama Sandiaga Uno, karena Sandiaga ini orang sudah telanjur amat sangat kaya, bahkan salah satu konglomerat di Indonesia," papar Qodari.

Diketahui Edhy Prabowo menerima suap senilai Rp 3,4 miliar yang diduga digunakan untuk membeli barang-barang mewah untuk istrinya di Hawaii, Amerika Serikat.

Menurut Qodari, kekayaan Sandiaga Uno membuatnya tidak perlu lagi korupsi jika ingin membeli barang-barang mewah semacam itu.

Ia bahkan berseloroh dengan membandingkan kekayaan Sandiaga dengan bajak laut.

"Jadi saya kira dia enggak akan korupsi di KKP, enggak jadi bajak laut karena dia sudah lebih kaya daripada bajak laut manapun di seluruh lautan," Qodari mengibaratkan.

"Dia enggak perlu korupsi lagi untuk beli barang-barang mewah di Hawaii itu, sehingga amanlah, kira-kira," lanjutnya.

Selain itu ia ingatkan faktor lain yang mungkin berpengaruh, yakni Prabowo Subianto yang kini masuk di dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan.

Diketahui sebelumnya Prabowo-Sandiaga mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden 2019 melawan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Setelah kalah dalam pemilihan, Jokowi menggaet Prabowo masuk dalam kabinetnya.

Menurut Qodari, akan menjadi langkah bagus untuk mempererat hubungan koalisi dengan Gerindra.

"Satu lagi, kalau Sandiaga Uno masuk dalam kabinet maka pesan rekonsiliasi politiknya akan semakin kuat bagi pemerintahan Pak Jokowi," ungkit Qodari.

"Karena calon presidennya Pak Prabowo ada di dalam dan calon wakil presidennya juga ada di dalam," terangnya.

Qodari menambahkan satu alasan lagi, yakni kedekatan Sandiaga dengan mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Menurut dia, apabila Sandiaga terpilih maka akan mendapat dukungan dari Susi Pudjiastuti.

"Jadi enggak ada Bu Susi, Sandi pun jadi," tandasnya.

Pernyataan Lengkap Edhy Prabowo setelah Ditetapkan Tersangka

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka suap kasus dugaan penerimaan hadiah terkait perizinan tambak dan usaha perikanan dan perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Edhy ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepulangnya dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (25/11/2020).

Dengan mengenakan rompi oranye dan masker, Edhy menyampaikan permohonan maaf saat konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta pada Kamis (26/11/2020) dini hari. (fhm/sumber:wartakota)