Minyak Hitam Cemari Pantai Nongsa Batam, Diduga dari Kapal Tanker

  • Oleh : Fahmi

Senin, 04/Janu/2021 22:13 WIB
Pantai Nongsa, Kota Batam tercemar minyak mentah diduga dari kapal tanker.(foto:iNews) Pantai Nongsa, Kota Batam tercemar minyak mentah diduga dari kapal tanker.(foto:iNews)

BATAM (BeritaTrans.com) - Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau tercemar limbah minyak hitam yang diduga berasal dari kapal tanker.

Tumpahan Limbah minyak hitam itu terlihat di sepanjang bibir Pantai Nongsa yang lokasinya dekat dengan Pulau Putri, pulau terluar dan dekat dengan Singapura.

Baca Juga:
Kepala Bakamla RI Hadiri Peluncuran Penyelenggaraan Sail Teluk Cendrawasih

Limbah minyak hitam tersebut sudah mencemari Pantau Nongsa sejak Minggu (3/1/2021). Tumpahan ini diduga dari salah satu kapal tanker yang ada di dekat perbatasan tidak jauh dari Pantai Nongsa dan sudah lama berada di sana.

"Sepertinya dari kapal tanker yang sudah berbulan-bulan berada dilaut itu," ujar Sofyan, warga Nongsa, Senin (4/1/21).

Baca Juga:
Dua Jabatan Pimpinan Tinggi Bakamla RI Diserahterimakan

Hal ini juga sudah diketahui oleh pihak Badan Keamanan Laut (Bakamla). Pihak Bakamla sudah melihat langsung lokasi dan menyelidiki asal tumpahan minyak.

"Informasi yang kami dapat dari masyarakat, bahwa asal tumpahan minyak tersebut berasal dari kapal tanker yang terbalik," kata Kepala Kantor SPKKL Teluk Mata Ikan Mayor Bakamla, Halilintar.

Baca Juga:
MT Ocean Star Terlantar, Pemilik Siapkan Langkah Hukum ke Penyewa Kapal

Dia menjelaskan, Bakamla juga sudah bertemu dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan sudah mengambil sample dari minyak tersebut.

"Jadi dugaan awal, tumpahan minyak tersebut kemungkinan memang berasal dari kapal tanker tersebut," bebernya.

Menurutnya, pada kapal tanker tersebut memang terlihat selalu ada tumpahan minyak. Namun, ini baru analisa awal bahwa tumpahan minyak itu berasal dari sana. Pihaknya juga akan membantu warga membersihkan tumpahan minyak ini.

"Kami dari Bakamla akan memantau tumpahan minyak ini dari mana, apabila tumpahan itu berasal dari pelanggar seperti kapal-kapal yang memang sengaja menbuang akan kami tindak," katanya. (fhm/sumber:iNews)