Positif Covid-19, Dua Investigator WHO yang Menuju Wuhan Tertahan di Singapura

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 16/Janu/2021 13:42 WIB
Sebelum tim WHO tiba di Wuhan, dua anggotanya tertinggal di Singapura.  (Reuters: CGTN) Sebelum tim WHO tiba di Wuhan, dua anggotanya tertinggal di Singapura. (Reuters: CGTN)

Singapura (BeritaTrans.com) - Dua anggota tim yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam perjalanan ke China tertahan di Singapura setelah dinyatakan positif virus corona.

  • Hasil tes seluruh tim untuk virus corona negatif sebelum meninggalkan negara asalnya
  • Tetapi dua anggota yang dites dalam perjalanan menunjukkan antibodi virus corona
  • Anggota tim lainnya telah tiba di Wuhan dan diperkirakan akan menjalani karantina

Tujuan mereka ke China adalah untuk mengunjungi kota Wuhan dengan maksud menyelidiki asal-usul COVID-19.

Baca Juga:
Kenaikan tiket pesawat berpengaruh signifikan terhadap inflasi DKI

Tim yang terdiri dari 15 orang semuanya dinyatakan negatif COVID-19 sebelum meninggalkan negara asal mereka dan menjalani tes lebih lanjut saat transit di Singapura.

Hasil tes asam nukleatnya menunjukkan negatif tetapi dua anggota timnya memiliki antibodi virus corona, kata badan yang berbasis di Jenewa dalam pernyataannya di Twitter.

Baca Juga:
1.800 Ton Manggis Asal Sumbar Diterbangkan Lewat Bandara Internasional Minangkabau ke China Januari-Februari 2021

"Mereka sedang dites ulang untuk antibodi IgM dan IgG," kata WHO.

Ini menjadi sebuah kemunduran bagi misi WHO ke Wuhan, setelah sebelumnya sempat ditunda serta di tengah kekhawatiran soal seberapa banyak akses yang bisa didapat oleh tim investigasi ini.

Baca Juga:
Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Sinabung Tidak Ganggu Layanan Bandara Kualanamu

Anggota sudah ada yang tiba di Wuhan

Anggota tim lainnya telah tiba di Wuhan dari Singapura, Kamis malam kemarin dan diperkirakan akan menjalani karantina selama dua minggu.

"Persyaratan dan peraturan pencegahan dan pengendalian epidemi yang relevan akan diberlakukan secara ketat," kata jurubicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian saat menanggapi pertanyaan dua anggota tim yang "tertinggal" di Singapura.

Tim yang bertugas menyelidiki asal usul jenis baru virus corona yang memicu pandemi global itu semula dijadwalkan tiba awal bulan Januari, namun sempat tertunda.

Rombongan investigator WHO meninggalkan terminal bandara di Wuhan melalui terowongan karantina dengan tulisan "jalur pencegahan epidemi" untuk kedatangan internasional.

Mereka kemudian menaiki bus yang dijaga oleh beberapa staf keamanan dengan perlengkapan pelindung diri yang lengkap.

Virus corona awalnya dikaitkan dengan pasar makanan laut di pusat kota Wuhan.

Kepala misi Peter Ben Emberek mengatakan dia tidak berharap tim tersebut menemukan jawaban segera.

"Seperti biasa dalam situasi seperti ini, kita sudah sangat terbantu jika mendapatkan petunjuk dan indkasi yang tepat," katanya.

"Saya tidak berpikir kami akan memiliki jawaban yang jelas setelah misi awal ini. Tapi kami akan menjalani [misi ini] dan mudah-mudahan dalam beberapa bulan mendatang investigasi ini akan terselesaikan dengan adanya misi dan studi tambahan."

Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic mengatakan tim tersebut akan melihat berbagai aspek yang berbeda pada hari-hari awal pandemi.

"Kami mulai di Wuhan, karena di sinilah kasus pertama terdeteksi. Kami akan melihat data epidemiologi. Kami akan melihat bukti yang telah dikumpulkan oleh mitra kami China, dan kami akan menentukan apa lagi yang perlu dilakukan di masa depan, " katanya.

Para anggota tim tidak berbicara kepada wartawan, meskipun beberapa dari mereka melambaikan tangan dan mengambil gambar dari bus saat bus berangkat.

Amerika Serikat, yang menuduh China menyembunyikan tingkat wabah setahun yang lalu, sudah menyerukan agar penyelidikan yang dipimpin WHO "transparan".

Amerika juga sudah mengkritik persyaratan kunjungan tersebut, di mana penelitian tahap pertama dilakukan oleh para ahli China.

Tim WHO tiba di China ketika negara itu berjuang melawan menjangkitnya kembali kasus virus corona di bagian timur laut, setelah sebelumnya berhasil membasmi hampir semua kasus penularan lokal dalam beberapa bulan terakhir. (lia/sumber:ABCNews)