Menparekraf: Wsatawan Butuh Sinyal

  • Oleh : Naomy

Selasa, 19/Janu/2021 07:08 WIB
Memparekraf dan Mekominfo Memparekraf dan Mekominfo

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Di era digital, teknologi informasi dan komunikasi penting ada di mana-mana. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata butuh sinyal agar tetap terhubung.

Baca Juga:
Menparekraf: Destinasi Wisata Dilarang Gelar Perayaan Tahun Baru Indoor dan Outdoor

Kemarin (18/1/2021) Sandiaga berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, membahas pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan informatika (TIK) di Indonesia khususnya di lima destinasi super prioritas (DSP).

"Selain infrastruktur seperti jalan, listrik, dan air, saat ini infrastruktur telekomunikasi atau jaringan khususnya sinyal telekomunikasi sangat diperlukan bagi wisatawan yang sedang berkunjung," tutur Sandiaga.

Baca Juga:
Identifikasi Dampak Erupsi Gunung Semeru pada Pariwisata, Kemenparekraf Terjunkan Tim Manajemen Krisis

Upaya ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk menyiapkan secara total destinasi super prioritas. 

"Saat ini kita melihat bahwa telekomunikasi dan informatika bukan lagi sebagai infrastruktur tambahan, melainkan infrastruktur utama," ungkapnya. 

Baca Juga:
Pengembangan Atraksi Seni Budaya di Kaldera Toba Nomadic Escape Resmi Dimulai

Hal itu BBM lantaran begitu kita mendarat di lima destinasi super prioritas, akan nyalakan smartphone atau handphone dan sudah akan sangat bergantung kepada coverage signal.

Dia menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi salah satu destinasi super prioritas di Labuan Bajo, yaitu Pasir Panjang di Pulau Rinca. 

"Di destinasi tersebut sinyal belum sepenuhnya baik. Selain itu, di daerah Wonosobo terdapat desa kreatif yang mengekspor tiwul instan ke Timur Tengah namun sayangnya, sarana telekomunikasi di wilayah tersebut masih sangat kurang," urai dia. 

Oleh karena itu, kolaborasi yang dilakukan dengan Kemenkominfo ini sangat diperlukan untuk mendukung infrastruktur TIK terutama di desa-desa wisata dan mendorong ekonomi kreatif khususnya UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya yakin dengan koordinasi dan kolaborasi yang kita bangun akan memberikan manfaat yang baik, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sekarang ini menghidupi sekitar 34 juta masyarakat Indonesia,” kata Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pihaknya tentu akan membantu mempersiapkan coverage signal 4G yang memadai, baik kecepatannya maupun kualitas sinyalnya di lima destinasi super prioritas.

Untuk mendukung ketersediaan sinyal tersebut, Menkominfo menjelaskan pihaknya akan melanjutkan dan meneruskan program-program di sektor telekomunikasi dan informatika mulai dari pembangunan infrastruktur TIK di seluruh wilayah Indonesia, serta mengajak operator seluler untuk menyelesaikan secara simultan pembangunan infrastruktur TIK. 

“Pada 2022 nanti jaringan telekomunikasi atau tersedianya sinyal di seluruh wilayah administratif pemerintah, pemukiman penduduk, dan di 5 destinasi super prioritas itu bisa terlaksana, baik 2G, 3G, dan bahkan 4G. Untuk itu, marilah bersama-sama saling mendukung, memperkuat kerja kolaborasi dan koordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal,” ujarnya. (omy)