Angkasa Pura II Tegaskan Kesiapan Digitalisasi Operasional dengan Lahirkan DROID Platform

  • Oleh : Naomy

Rabu, 27/Janu/2021 05:58 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura II menegaskan kesiapan digitalisasi dan pengembangan infrastruktur informasi untuk aspek operasional, melalui program pengembangan platform digital yang dilahirkan serta diberi nama Digitally Ready for Operation and Infostructure Development atau DROID Platform.

"DROID Platform ini diimplementasikan melalui pengembangan tiga aplikasi sekaligus, yaitu: Indonesia Airports mobile platform (INAirport), mobile platform untuk operasi internal (iPerform) dan Smart Airport Collaborative Decision Making (A-CDM)," jelas Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhamad Awaluddin, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga:
Angkasa Pura II Genjot Pengembangan Bandara Silangit

INAirport adalah aplikasi untuk memberikan layanan dan informasi bandara AP II bagi traveler, sementara iPerform merupakan aplikasi operasi internal guna mendukung pekerjaan karyawan di seluruh unit termasuk memonitor operasional bandara secara real time.

Adapun Smart A-CDM merupakan platform antar stakeholder bandara untuk mendukung konsep dan implementasi A-CDM di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga:
Mantap, Bandara Silangit dan Kualanamu Siap Dukung Pelaku Kreatif, UMKM dan Pariwisata Danau Toba

"Melalui Smart A-CDM, stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta dapat saling berbagi data dan informasi di satu platform terkait operasional bandara serta penerbangan,' tuturnya.

Stakeholder yang terhubung di A-CDM antara lain AP II selaku operator bandara, AirNav Indonesia selaku penyedia jasa navigasi penerbangan, maskapai, serta pihak ground handling selaku penyedia jasa operasional maskapai di darat.

Baca Juga:
Menhub Apresiasi Program Padat Karya Gelaran Angkasa Pura II di Bandara Husein Bandung

Melalui A-CDM seluruh penerbangan baik itu take off mau pun landing dapat direncanakan dengan baik, mulai dari lokasi check in bagi penumpang, gate keberangkatan, lokasi parkir pesawat, penanganan bagasi, gate kedatangan dan sebagainya, yang semuanya disesuaikan dengan jadwal penerbangan.

“Bandara Soekarno-Hatta terdiri dari 3 terminal penumpang di mana pada kondisi normal terdapat 1.200 penerbangan per hari dengan sekitar 150.000 - 200.000 penumpang, dan output dari Smart A-CDM adalah menjaga tingginya tingkat ketepatan jadwal penerbangan (on-time performance/OTP) dari maskapai yang berdampak pada meningkatnya pelayanan kepada penumpang serta optimalisasi operasional pesawat dan bandara,” urai Awaluddin.

Sejumlah inovasi untuk mendukung program Leading Digital juga akan dikenalkan dalam waktu dekat untuk memperkuat posisi AP II sehingga dapat menjadi pemimpin pasar operator bandara di ASEAN pada 2024. (omy)