Tertabrak Kereta Api Pejalan Kaki di Grobongan Tewas

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 13/Feb/2021 09:38 WIB
Pejalan kaki tewas tertabrak Kereta Api di perlintasan sebidang di wilayah Desa Mlilir, Kamis (11/2/2021).  Pejalan kaki tewas tertabrak Kereta Api di perlintasan sebidang di wilayah Desa Mlilir, Kamis (11/2/2021). 

GROBOGAN (BeritaTrans.com) - Seorang pejalan kaki tewas tertabrak kereta api di perlintasan sebidang Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (11/2/2021). 

Korban adalah Kusnawi (32), warga Desa Mlilir, Gubug. 

Baca Juga:
Di Gebyar Wisata Nusantara JCC, KAI Hadirkan Diskon Tiket KA 10%

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro membenarkan adanya peristiwa kereta api menyambar pejalan kaki tersebut. 

Menurutnya, lokasi kejadian berada di KM 33+7, petak jalan Karangjati - Gubug jalur hilir yang masuk wilayah Desa Mlilir, Gubug.  

Baca Juga:
Sambut Libur Panjang Idul Adha, KAI Daop 5 Purwokerto Tambah Kursi Perjalanan KA

"Kereta Api Maharani jurusan Surabaya- Semarang Poncol. Kejadian tadi sekitar pukul 09.30. Korbannya satu orang pejalan kaki," jelas Krisbiyantoro.  

Terkait kejadian itu, PT KAI mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di sepanjang jalur kereta api yang berujung membahayakan keselamatan. 

Baca Juga:
Sambut Hari Raya Idul Adha 1445 H, KAI Daop 1 Jakarta Salurkan 11 Ekor Sapi Kurban

Sementara itu, Kapolsek Gubug AKP Sutikno mengungkapkan, sebelum kejadian, korban hendak menyeberang ke selatan dengan melewati perlintasan rel Kereta Api tanpa palang pintu yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. 

Namun karena kurang hati-hati, pada saat bersamaan melaju dengan kecepatan tinggi Kereta Api dari arah timur (Surabaya) menuju ke arah barat (Semarang). 

Saat itu jaraknya sudah sangat dekat, kecelakaan pun tak terhindarkan. 

Korban akhirnya tertabrak kereta api tersebut hingga terseret sejauh 50 meter. 

Akibat kejadian nahas ini, korban mengalami mengalami luka serius dan seketika meninggal dunia di lokasi kejadian. 

"Korban diperkirakan lengah kurang konsentrasi dan tidak melihat kanan kiri ketika hendak menyeberangi rel. Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan," sebut Sutikno. (Fh/sumber:kompascom)