Transformasi Pelni Berbuah Manis, Millenial Isi Posisi Strategis Majukan Perusahaan

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 19/Feb/2021 05:48 WIB
Salah satu kapal Pelni Salah satu kapal Pelni

 

JAKARTA (BertaTrans.com) -- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mulai merasakan keberhasilan proses transformasi yang diusung lima tahun terakhir. 

Baca Juga:
Mantap, Sepanjang 2021, Pelni Salurkan Dana TJSL Rp5.58 Miliar

Terbukti, posisi strategis sudah diisi oleh kelompok pegawai berusia muda, tak terkecuali salah satu pegawai karir yang berhasil menempati posisi Direktur sebelum usia 45 tahun. 

Manager Humas, Kelembagaan dan CSR PT Pelni Idayu Adi Rahajeng menyampaikan bahwa saat ini Perusahaan berfokus dalam pengelolaan SDM untuk mendukung pencapaian visi dan misi Perusahaan. 

Baca Juga:
Kapal Pelni Peroleh Alokasi BBM Subsidi 179.120 KL dari BPH Migas

“Manajemen terus berbenah dalam pengelolaan SDM di Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Hal ini kami lakukan untuk mendukung transformasi Perusahaan,” terang Idayu Kamis (18/2/2021).

Proses rekrutmen pegawai di PT Pelni dilakukan secara adil dan transparan sesuai dengan prinsip GCG di Perusahaan.

Baca Juga:
Kapal Pelni KM Dorolonda Tiba di Tanjung Priok, Penumpang: Pelayanan Memuaskan dan Tepat Waktu

“Proses rekrutmen terus kita lakukan untuk mendapatkan SDM yang unggul, proses rekrutmen terakhir pada tahun 2020 dengan jumlah pegawai yang lolos sebanyak 34 orang untuk D3 dan telah melakukan rekrutmen sebanyak 453 pegawai sejak 2010 hingga 2019. Rekrutmen ini menunjukkan bahwa Pelni sebagai Perusahaan pelat merah terus memperhatikan tuntutan dan perkembangan Perusahaan,” urainya

Pengembangan organisasi menjadi salah satu strategi Perusahaan untuk mewujudkan visi menjadi Perusahaan pelayaran dan logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara.

“Melalui pengembangan kapasitas SDM yang terukur dan pola karir yang jelas, Perusahaan percaya dapat menciptakan SDM unggulan dengan karakter AKHLAK yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif,” jelas Idayu.

Pelni senantiasa memperhatikan pola pengembangan karir di perusahaan.

Sebagai contoh prestasinya adalah keberhasilan salah satu pegawai karir, Yahya Kuncoro yang awal tahun ini ditunjuk Kementerian BUMN duduk sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI di usianya yang masih 44 tahun. 

“Jabatan terakhir beliau adalah Kepala Kesekretariatan Perusahaan sejak 2019. Hingga saat ini, posisi Manager, Vice President, dan Kepala Cabang juga sudah diisi oleh kelompok millenial. Perusahaan yakin bahwa semakin banyak pemimpin muda, transformasi dapat berjalan lebih cepat,” ungkap Idayu. 

Idayu menambahkan, untuk pemilihan jabatan pada level Vice President dan Kepala Cabang di Pelni didasarkan melalui fit and proper test sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Perusahaan dan berdasarkan prinsip GCG.

Pemilihan pimpinan cabang dan divisi harus dilaksanakan sesuai dengan proses yang telah ditentukan Perusahaan. Hingga saat ini tidak ada kekosongan jabatan di Perusahaan, apabila pimpinan belum terpilih sudah ada pejabat pelaksananya yang telah ditunjuk oleh Perusahaan.

Transformasi Pelni sebagai Perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi laut selain mengembangkan pengelolaan di bidang SDM juga terus meningkatkan digitalisasi di Perusahaan. 

“Upaya ini kami lakukan sejalan dengan pengembangan SDM yang diimbangi dengan digitalisasi di Perusahaan. Ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Idayu. (omy)