Truk Pengirim Paket Terbakar di Kapal Feri Tujuan Bakauheni

  • Oleh : Fahmi

Senin, 01/Mar/2021 22:24 WIB
Ilustrasi kebakaran. Ilustrasi kebakaran.

LAMPUNG (BeritaTrans.com) - Truk ekspedisi bermuatan paket milik JNE terbakar di dalam Kapal motor penumpang (KMP) Neaumi Ahad, 28 Februari 2021.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kapal tujuan Pelabuhan Bakauheni, Lampung itu. 

Baca Juga:
Kapal RoRo Diselundupkan dari Jepang untuk Dioperasikan Layani Angkutan Lebaran Bali-Lombok

Wawan, 28, salah satu penumpang KMP Neaumi mengatakan setelah berlayar selama 30 menit dari Pelabuhan Merak, tiba-tiba dari tempat parkir kendaraan barang dikejutkan dengan asap tebal yang keluar dari salah satu kendaraan jasa paket JNE warna hijau. 

"Kepulan asap tebal itu membuat penumpang kapal panik. Beruntung para sopir yang ada di dek bawah ikut membantu ABK memadamkan sumber api dari dalam boks kendaraan ekspedisi tersebut," kata Wawan yang berprofesi sebagai sopir angkutan barang tersebut, Ahad malam (28/2/2021). 

Baca Juga:
Mudik Dilarang, ASDP Tunggu Aturan Tutup Penyeberangan Merak-Bakauheni

Ia menceritakan insiden tersebut tidak sampai membuat truk ekspedisi tersebut ludes terbakar. Menurutnya sejumlah barang paketan masih dalam keadaan utuh saat sopir membuka pintu boks tersebut. 

Alhamdulilah kapal sandar di Pelabuhan Bakauheni dengan aman sekitar jam 9 malam," ujar warga kecamatan Ketapang Lampung Selatan itu.  

Baca Juga:
Pria asal Bandar Lampung, Terjun dari Kapal Feri Merak-Bakauheni

Peristiwa tersebut dibenarkan Humas PT cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap. Menurutnya kebakaran truk bermuatan paket dengan Nopol B 9258 UXU saat berada di dalam Kapal Neomi yang berlayar menuju Bakauheni.
 
"Kejadian sekitar pukul 20:35 WIB. Kebakaran berhasil dipadamkan berkat penanganan cepat kru kapal dengan menggunakan hidrant yang berada didalam kapal," ujar Saiful. 

Saiful mengaku tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kapal Neomi kini sandar di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh KSOP. 

"KSOP akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah ada kerusakan dalam kejadian tersebut," ujarnya. (fhm/sumber:medcom.id)