Penerapan Tes GeNose di Kapal Pelni Secara Acak, 100 Penumpang per Keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Priok dan Gratis

  • Oleh : Naomy

Selasa, 02/Mar/2021 03:32 WIB
Kapal Pelni (dok) Kapal Pelni (dok)

JAKARTA (BeritaTrans.com) -- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) bersama-sama pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas teknis penggunaan alat GeNose C19 sebagai syarat perjalanan bagi penumpang kapal. 

Pertemuan digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Ahad (28/2/2031) sebagai tindaklanjut kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (25/2/2031) kemarin. 

Baca Juga:
Keberangkatan Kedua, Kapal Pelni Angkut Ambulans hingga Relawan ke NTT

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan masing-masing dari Pelni, Pelindo II, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, serta tim GeNose dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taupik menginformasikan, dari pertemuan tersebut diputuskan untuk melakukan masa sosialisasi kepada calon penumpang Pelni selama sepekan ke depan.

Baca Juga:
KM Gandha Nusantara 14 Dikerahkan Pelni Khusus Angkut Bantuan Presiden untuk Bencana NTT

"Sosialisasi dimulai Selasa (2/3/2022) kepada calon penumpang KM Nggapulu yang naik dari Tanjung Priok dengan percobaan bagi sekitar 100 penumpang pertama," ujar Opik di Jakarta. 

Untuk masa sosialisasi ini,  deteksi Covid-19 menggunakan GeNose difokuskan pada memastikan alur kedatangan calon penumpang hingga naik ke atas kapal berjalan mulus. 

Baca Juga:
Pelni Siapkan 2 Kapal untuk Pengiriman Bantuan Bencana di NTT dari Surabaya

Selama masa sosialisasi selama tujuh hari ke depan, calon penumpang tidak akan dipungut biaya untuk pemeriksaan menggunakan GeNose ini. 

Apabila Pemerintah sudah menerbitkan surat edaran, maka penggunaan GeNose di pelabuhan akan diterapkan secara penuh, termasuk pengenaan biaya kepada calon penumpang. 

"Kami juga menanti kebijakan Pemerintah apakah hasil pemeriksaan GeNose dapat diterima secara nasional, mengingat Pemerintah Daerah, khususnya yang disinggahi kapal Pelnu, masih menggunakan hasil tes rapid antigen sebagai syarat utama perjalanan," urainya.

Hal itu mengingat perjalanan menggunakan transportasi laut untuk Pelni masih mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan yaitu SE 18 Tahun 2021 dan SE 22 Tahun 2021.

Pada pertemuan tersebut, ditekankan kepada Pelni selaku operator kapal maupun Pelindo II sebagai pengelola terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok agar mengingatkan calon penumpang untuk berpuasa 30 menit sebelum menjalani pemeriksaan. 

Puasa yang dimaksud dengan tidak makan atau minum, termasuk larangan merokok. 

"Kami akan mengingatkan kepada setiap calon penumpang untuk menjalani anjuran tersebut, mengingat alat GeNose ini sensitif terhadap udara dengan bau menyengat seperti parfum, asap rokok maupun handsanitizer. Penumpang akan diminta untuk berkumur sesaat sebelum menjalani tes GeNose. Air mineral cukup," tegas Opik. 

Selama tujuh hari ke depan, ada sekitar empat kapal Pelni yang tiba dan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok. 

Pada setiap waktu keberangkatan, Pelnu akan meminta sejumlah calon penumpang untuk melakukan tes dengan GeNose. 

Alat buatan Unversitas Gadjah Mada ini cukup mudah digunakan, hanya dengan menghembuskan nafas ke dalam kantong plastik khusus untuk mendeteksi virus Covid-19. 

"Selanjutnya alat GeNose, dalam dua menit, akan mengeluarkan hasil dengan tingkat akurasi 97 persen," ungkap Opik. 

Bila pada tes pertama diperoleh hasil positif Covid-19, petugas akan mengulangi tes kedua dengan jeda 30 menit. Bila hasilnya tetap positif, selanjutnya akan ditangani oleh tim Covid-19 untuk mendapatkan pemeriksaan Swab PCR. 

Sementara bila tes kedua dengan hasil negatif, petugas akan melakukan pengulangan kedua, yang apabila hasilnya kembali negatif, calon penumpang dapat melanjutkan perjalanan. 

"Bagi penumpang yang didapati hasilnya positif dari pemeriksaan GeNose ini, akan diberlakukan pengembalian atau refund tiket 100 persen secara tunai," tutup Opik. (omy)