KSOP Tanjung Balai Karimun Geber Layanan Pas Kecil Gratis untuk 2.000 Kapal Nelayan

  • Oleh : Naomy

Kamis, 18/Mar/2021 06:49 WIB
Petugas mengukur kapal nelayan secara gratis di Leho, Tanjung Balai Karimun Petugas mengukur kapal nelayan secara gratis di Leho, Tanjung Balai Karimun

 

LEHO (BeritaTrans.com) -  Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun membuka gerai pelayanan Pas Kecil gratis di Leho, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing. 

Baca Juga:
Rangkul Warga Sekitar, Padat Karya Kembali Digelar KSOP Marunda selama 3 Hari

Layanan ini diperuntukan bagi nelayan dan kapal dengan tonase kotor kurang dari GT 7.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungbalai Karimun, Gamal Sembiring Meliala mengungkapkan, sampai saat ini tercatat lebih dari 200 nelayan di Kecamatan Tebing yang telah mendapatkan pas kecil secara gratis.

Baca Juga:
Kemenhub Gelar Workshop Penanganan Muatan Barang Berbahaya dan Curah Padat

“Pas Kecil merupakan surat kelengkapan kapal yang wajib dimiliki oleh seorang nelayan. Pas Kecil ini wajib dimiliki oleh kapal. Jika diibaratkan untuk kendaraan bermotor, sama dengan BPKB dan STNK. Nelayan dan kapal tradisional harus mempunyai legalitas seperti Pas Kecil surat ukur dengan diawaki oleh ABK yang tersertifikasi dari instansi yang berwenang menerbitkan sertifikat itu,” kata Gamal, Kamis (18/3/2021).

Bersamaan dengan kegiatan pembukaan gerai pas kecil, kemarin (17/3/2021) telah dicanangkan gerakan kampanye keselamatan yang telah diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca Juga:
Gandeng Polairud, Kemenhub Tingkatkan Keterampilan Menembak Awak Kapal Negara

“Diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi para pemilik kapal dibawah GT 7 bahwa begitu pentingnya pendaftaran pas kecil guna memudahkan petugas untuk melaksanakan pengawasan keselamatan dalam pelayaran,” ujarnya.

Kata Gamal, pihaknya memiliki target untuk menerbitkan 2.000 Pas Kecil di tahun 2021 ini. 

Oleh karena itu dia berharap seluruh masyarakat nelayan yang berada di wilayah kerja KSOP Tanjungbalai Karimun, mulai dari Karimun, Tanjungbatu, Moro hingga ke Pulau Sambu dapat mengetahui dan memanfaatkan program gratis ini.

“Target kami sebanyak 2.000 nelayan bisa memperoleh Pas Kecil di wilayah kerja KSOP Tanjungbalai Karimun, syukur-syukur bisa lebih. Untuk Leho ini saja, kami cuma menargetkan 25 kapal, ternyata kami lihat lebih dari 200 kapal,” ujarnya.

Dia menyebut, Pas Kecil bisa menjadi agunan bagi nelayan yang ingin mengajukan penawaran pinjaman kepada pihak bank. 

Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten Karimun bisa mendorong dan memfasilitasi nelayan agar diberikan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman di bank.

“Kami berharap Pemkab Karimun bisa mendorong pihak bank untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat kecil khususnya nelayan yang telah memiliki Pas Kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Karimun, Afrian mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KSOP Tanjungbalai Karimun yang telah membuka gerai pelayanan Pas Kecil kepada nelayan di Karimun, khususnya di Kecamatan Tebing.

“Kami juga akan memberikan kemudahan kepada masyarakat nelayan yang ingin menjadikan Pas Kecil sebagai agunan di bank, misalnya dengan mengeluarkan surat keterangan dari kelurahan atau kecamatan atau apapun yang diperlukan pihak bank untuk mempermudah pinjaman kepada kepada nelayan,” ujar Afrian.

Ahmad selaku perwakilan nelayan Kelurahan Teluk Uma mengapresiasi untuk program gerai kapal gratis tersebut.

Menurutnya, di Teluk Uma terdapat sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan dengan anggota lebih dari 120 orang. 

“Saya harap seluruh nelayan di Teluk Uma bisa memperoleh Pas Kecil tersebut,” tutupnya. (omy)