Agar Muatan Tol Laut Papua Meningkat, Dibuatkan Tim Khusus

  • Oleh : Naomy

Kamis, 18/Mar/2021 11:40 WIB
Rapat pembentukan tim khusus peningkatan Tol Laut  di Papua Rapat pembentukan tim khusus peningkatan Tol Laut di Papua

PAPUA (BeritaTrans.com) -  Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat untuk mengoptimalkan muatan balik Tol Laut. Salah satunya di Sorong, Papua.

Upaya yang dilakukan diantaranya adalah membentuk Group Optimalisasi Tol Laut di Pelabuhan Sorong yang terdiri dari lintas sektoral dan stakeholder. 

Baca Juga:
Kemenhub Gelar Workshop Penanganan Muatan Barang Berbahaya dan Curah Padat

Tugas awal mereka adalah melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi SITOLAUT (Sistem Informasi Tol Laut) untuk masyarakat maupun pengusaha lokal. 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sorong, Jece Julita Piris mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi tersebut mulai minggu depan. 

Baca Juga:
Gandeng Polairud, Kemenhub Tingkatkan Keterampilan Menembak Awak Kapal Negara

“Sebagai persiapan, hari ini dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral dan stakeholder Pelabuhan Sorong dalam rangka optimalisasi muatan balik tol laut tahun 2021,” kata Jece, Kamis (18/3/2021).

Rapat tersebut dihadiri Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, PT Pelni, PT Pelindo, PT Sarana Bandar Nasional, serta perwakilan koperasi-koperasi di Sorong.

Baca Juga:
Indonesia Sebut Peningkatan Perekonomian dan Kapasitas SDM jadi Fokus dalam Bahasan 53rd ASEAN STOM

Jece mengungkapkan, untuk mengoptimalkan muatan balik Tol Laut perlu koordinasi dari bayak pihak, tidak hanya Pemda melainkan juga masyarakat sebagai pengguna.

“Perlu dukungan dan keterlibatan semua instansi pemerintah dan stakeholder kepelabuhanan dalam mendukung program Tol Laut,” ujarnya.

Pihaknya juga akan rekapitulasi data distributor serta reseller (penjual) yang sudah menggunakan maupun yang berpotensi menjadi pengguna Tol Laut.

Dengan demikian diharapkan muatan balik Tol Laut dari daerah tersebut akan mengalami peningkatan mengingat terdapat banyak potensi komoditi-komoditi unggulan produk lokal yang dapat dijual ke luar pulau.

“Akan dilakukan sosialisasi lebih gencar terkait keberadaan kapal Tol Laut kepada distributor dan supplier di wilayah Kota/Kabupaten Sorong serta cara penggunaan aplikasi Tol Laut,” tutupnya. (omy)