Dinilai Bagus Jalankan Tol Laut, Tenaga Ahli KSP Puji KSOP Sorong

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 27/Mar/2021 10:33 WIB
Kunjungan tenaga ahli KSP  di Pelabuhan Sorong Kunjungan tenaga ahli KSP di Pelabuhan Sorong


SORONG (BeritaTrans.com) - Dinilai bagus dalam jalankan Tol  Laut, Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan Laus Deo Calvin Rumayom di puji
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sorong.

Baca Juga:
Dukung Progam Pemerintah, BUMN BKI Kawal Pembangunan Pelabuhan dan Kapal

“Kami berikan apresiasi dan terima kasih kepada KSOP Sorong yang mengelola wilayah cukup luas tapi sejauh ini cukup produktif dan saya kaget karena jarang bertemu kepala KSOP seorang perempuan yang bisa menjadi sosok pemimpin yang bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya di Sorong, Sabtu (27/3/2021).

Dalam monitoring itu, dia memaparkan beberapa isu yang menjadi bahan evalusi. Yakni mengenai optimalisasi muatan balik Tol Laut.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Gelar Bimtek Layanan E-Blanko Bagi Petugas UPT

Menurutnya, salah satu penggerak muatan balik adalah dengan meningkatkan produksi komoditi-komoditi lokal yang menjadi unggulan dan berdaya jual tinggi untuk dapat dikirim ke luar daerah.

“Pelabuhan Sorong telah menjadi hub Papua dan Indonesia timur yang luar biasa, namun tentu ada beberapa isu yang kami lihat masih perlu mendapatkan penanganan yaitu bagaimana Gubernur dan para kepala daerah yaitu Bupati dan Wali Kota dalam perencaan pembangunan daerahnya harus memanfaatkan atau berbasis pemanfaatan pelabuhan,” beber dia.

Baca Juga:
Mantap, Awak Kapal Patroli KPLP Dibekali Keterampilan Menembak

Secara teknis program Tol Laut telah sukses berjalan. Namun muatan balik masih kerap menjadi salah satu kendala yang perlu penanganan lebih.

“Hal yang kami evaluasi adalah muatan balik ini terkait dengan komoditi. Komoditi ini perlu kita pastikan ini menjadi peranan utama para kepala daerah terutama dinas-dinas terkait dalam menyiapkan produksi baik dari sektor pertanian, perikanan, industri rumah tangga juga industri-industri yang lain,” imbuh Laus Deo.

Dia menegaskan hal ini perlu terus dilakukan untuk memanfaatkan Tol Laut yang merupakan salah satu kebijakan subsidi yang ditetapkan Presiden untuk mendukung daerah  tertinggal dan daerah yang selama ini harga barangnya mahal karena jarak tempuh.

“Maka kami koordinasikan dengan KSOP, PT Pelindo dan PT Pelni. Kita perlu menyiapkan sebuah rapat koordinasi teknis yang sifatnya bottom up bukan dari kementerian ke bawah tapi dari bawah ke kementerian,' tuturnya.

Seluruh informasi dipetakan yang diperoleh di lapangan, dapat menjadi sebuah referensi bagi Kementerian dan Lembaga untuk bisa lebih bersinergi lagi.

Kepala KSOP Sorong Jece Julita Piris menyampaikan saat ini pihaknya bersama pemerintah daerah (pemda) serta instansi dan stakeholder terkait tengah gencar melakukan optimalisasi muatan balik Tol Laut.

“Sosialisasi lebih gencar karena merupakan trayek baru dan sinergi seluruh instansi dan proyeksi trayek baru sekitar Papua Barat,” ucapnya.

Selain itu, Jece mengungkapkan saat ini juga tengah dilakukan pengembangan SDM kepelabuhanan mulai dari peningkatan kemampuan dan lain sebagainya. 

Pihanya juga terus melakukan berbagai upaya peningjatan isian tpl laut balik.

Di antaranya dengan membentuk Group Optimalisasi Tol Laut di Pelabuhan Sorong yang terdiri dari lintas sektoral dan stakeholder. 

"Tugas awal mereka adalah melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi Sitolaut (Sistem Informasi Tol Laut) untuk masyarakat maupun pengusaha lokal dan mendorong angkut komoditi melalui Tol Laut," pungkas Jece. (omy)