Kapal Aceh Hebat 1 Alami Gangguan Kelistrikan, Begini Penjelasan Dinas Perhubungan Aceh

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 30/Mar/2021 08:48 WIB
Kapal KMP Aceh Hebat 1 saat tiba perdana di Pelabuhan Kolok Sinabang untuk uji sandar dermaga pada awal Februari 2021. Kapal KMP Aceh Hebat 1 saat tiba perdana di Pelabuhan Kolok Sinabang untuk uji sandar dermaga pada awal Februari 2021.

BANDA ACEH (BeritaTrans.com) - Kapal Aceh Hebat 1 yang berlayar dari Pelabuhan Sinabang, Simeulue, Ahad (28/3/2021) sore mengalami gangguan kelistrikan saat menuju Pelabuhan Calang, Aceh Jaya. 

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Laut pada Dinas Perhubungan Aceh, Al Qadri, kepada, Senin (29/3/2021) malam. 

Baca Juga:
Ditjen Hubdat Hadirkan KMP Bahtera Nusantara 03 untuk Masyarakat Kepri

Menurut Al Qadri, KMP Aceh Hebat 1 yang berlayar pada Ahad (28/3), dari Pelabuhan Laut Sinabang menuju Calang, mengalami gangguang listrik. 

Gangguang tersebut terjadi pukul 03.00 WIB. 

Baca Juga:
KMP Tiga Anugerah Mendadak Mati Mesin Sebelum Tiba di Pelabuhan Gilimanuk

Ia menyebutkan, gangguan di panel jaringan listrik kapal terjadi tiba-tiba, sehingga membuat listrik di kapal mati total. 

Sementara mesin kapal tetap hidup. "Jadi yang mati bukan mesin kapal, tapi listriknya," kata Al Aqdri. 

Baca Juga:
Rusak di Laut Bengkalis, Kapal Roro KMP Mutiara Terombang Ambing Bersama Ratusan Penumpang

Beberapa menit listrik mati, awak teknisi kapal melakukan upaya untuk menghidupkan listrik kembali. 

Awak kapal mengalihkan jaringan listrik ke genset lainnya yang hidup, sehingga lampu di kapal kembali hidup. 

Kapal Aceh Hebat 1 yang berangkat setelah mahgrib sekitar pukul 20.00 WIB dari Sinabang pada Ahad, tiba dengan selamat pagi Senin pukul 09.00 WIB di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya. 

Selama bersandar di Pelabuhan Calang, panel listrik yang rusak sudah diperbaiki kembali. 

Dan pada saat kapal kembali berlayar ke Sinabang pada pukul 18.00WIB Senin (29/3/2021) sore tadi, kondisi panel listrik yang rusak sudah kembali normal. 

Sejak berangkat sore tadi, sampai malam pukul 22.00 WIB, kami belum mendapat laporan ada kerusakan listrik dari pihak nakhoda Kapal Aceh Hebat 1. Ini artinya kapal itu masih berlayar normal. 

"Kalau dalam perjalanan berlayar ada kembali mengalami gangguan listrik atau mesin, kami akan minta penjelasan lagi besok pagi kepada nakhoda kapal," ujarnya. 

Kapal Aceh Hebat 1 dilengkapi dua unit mesin untuk menggerakkan baling-baling kapal. 

Kecuali itu, kapal ini juga dilengkapi beberapa unit genset untuk penerangan lampu di kapal. 

Tujuannya, jika ada genset listrik yang mengalami gangguan, bisa dialihkan ke genset yang lain sehingga lampu di kapal bisa kembali hidup. 

Dalam sebuah kapal untuk keselamatan penumpangnya, semua fasilitas untuk kenyaman dan keselamatan penumpang di kapal wajib disiapkan termasuk cadangan mesin penggerak baling-baling dan genset listrik atau lainnya. 

Kalau fasiltas keselamatan penumpang belum tersedia dengan baik, kata Al Qadri, izin pelayaran dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub tidak akan dikeluarkan.

"Jadi tiga unit Kapal Hebat Aceh yang sudah operaional itu, sudah melalui uji teknis pelayaran dan gangguan pelayaran di laut. Masyarakat tak perlu takut naik dan menumpang Kapal Aceh Hebat 1, Kapal Aceh Hebat 2 dan Kapal Aceh Hebat 3," demikian Al Qadri. 

Dua Kali Mati 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Aceh Hebat 1 atau KMP Aceh Hebat 1 yang berlayar dari Simuelue ke Calang, Aceh Jaya, dikabarkan mengalami mati mesin di tengah laut.  

Mesin KMP Aceh Hebat 1 mati selama dua kali dalam pelayaran pada Senin (29/3/2021) dini hari. 

Sementara pihak ASDP menyatakan mesin KMP Aceh Hebat 1 tidak mati, dan keterlambatan tiba di Calang hanya satu jam akibat cuaca. 

Informasi yang dihimpun, dari penumpang, mesin kapal tersebut mati dalam durasi sekitar tiga jam. 

KMP Aceh Hebat 1 yang berangkat dari Simeulue sekitar pukul 18.00 WIB, Ahad (28/3/2021), baru tiba di Pelabuhan Calang lewat dari pukul 11.00 WIB lewat. 

Mesin KMP Aceh Hebat 1 mati setelah berlayar selama lebih kurang 6 jam. Mesin kapal pertama kali mati sekitar pukul 01.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB, Senin (29/3/2021). 

Setelah itu, mesin kembali aktif dan kapal melanjutkan pelayaran. Namun, setelah dua jam berlayar, mesin kapal mati lagi. Mati yang kedua ini, durasinya sekitar satu jam. 

Seorang penumpang yang menyampaikan informasi ini mengatakan, saat mesin kapal mati, para penumpang dilanda kepanikan. 

Sebab, bukan hanya mesin kapal yang mati, tapi semua penerangan di kapal juga padam. Sehingga kondisinya gelap gulita di tengah laut. 

"Kami semalam pulang dari Simeulue. Jadi jam 1 sampai 3 dini hari kapal mati di tengah laut," kata sumber, Senin (29/3/2021) yang meminta tidak ditulis namanya. 

Ia menjelaskan, saat mati mesin yang pertama, seluruh penerangan dalam kapal lebih dulu mati dari pada mesin kapal. 

Kapal baru bisa berlayar kembali sekitar pukul 03.00 WIB. 

Menurutnya, setelah mati mesin pertama selesai, kapal kembali belayar dan dalam durasi dua jam kapal berlayar, mesin kapal kembali mati. 

Ia mengatakan, kondisi tersebut sangat membahayakan mengingat posisi saat ini berada ditengah lautan. 

"Itu sangat bahaya, kenapa seperti itu Aceh Hebat, itu menyangkut dengan nyawa manusia," tutupnya. 

Kaget Suara Sirine 

Seorang penumpang lain KMP Aceh Hebat 1 mengatakan, saat pelayaran tiba-tiba listrik di kapal padam. 

Hal itu membuat para penumpang panik apalagi sirine di kapal dibunyikan. 

"Iya, kejadian mati mesin sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu saya sedang tidur tiba-tiba bangun karena gelap, mati lampu. Lalu bunyi sirine kapal saat itu langsung ke belakang, saya kira ada kebakaran. Untung saja lagi terang bulan dan tidak badai," katanya. 

Sementara itu, penumpang lainnya memperkirakan listrik padam sekitar 20 menit lamanya dan menyela kembali. Namun, mesin penggerak utama kapal belum juga hidup. 

"Ada sekitar satu jam mesin baru hidup, itu pun tidak normal, karena jalannya pelan. Sampai kami di Pelabuhan Calang terlambat, menjelang jam 12 siang. Biasanya pagi sudah sandar kapal di pelabuhan," imbuhnya. 

Penjelasan ASDP 

Sementara itu pihak ASDP yang diminta keterangan oleh Serambinews.com, membantah informasi yang menyebutkan mesin KMP Aceh Hebat 1 mati di tengah laut. 

“Saya nggak dapat informasi dari kru untuk hal itu (mesin kapal mati),” kata Agus Ramdani. 

Agus Ramdani mengatakan, KMP Aceh Hebat 1 berlayar dari pulau Simeulue pada Minggu sekitar pukul 18.00 dan dijadwalkan tiba di pelabuhan Calang, Aceh Jaya pada Senin (29/3/2021) pukul 09.00 WIB. 

“Dari Simeulue berlayar jam enam, atau biasanya habis maghrib, dan tiba di Aceh Jam 09.00 tapi datangnya jam 10.00 WIB tadi, satu jam telat itu biasa, mungkin cuaca gitu kan,” jelasnya. 

Agus menambahkan, secara keseluruhan KMP Aceh Hebat 1 tidak memiliki masalah, karena kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Calang. 

“Kalau mati mesin kapal sudah pasti tidak dapat berlayar lagi, dan pasti terombang-ambing. Kalau masalah penerangan, kan ada panel listriknya, kemungkinan ada kendala di panelnya, atau Ncbnya,” ungkapnya. 

“Tapi kalau mati mesin nggak ada, karena kapal bisa sampai ke tujuan kan,” tutupnya.(fh/sumber:serambinewscom)