Terminal Wae Kelambu Labuan Bajo Lulus Uji Sandar Kapal Perdana

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 30/Mar/2021 09:03 WIB
Foto: Dok. Brantas Abipraya Foto: Dok. Brantas Abipraya

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah rampung dikerjakan dan lulus uji sandar kapal perdana beberapa waktu. 

Proyek garapan PT Brantas Abipraya (Persero) ini pun digadang-gadang akan mendukung Labuan Bajo menjadi destinasi super premium. 

Baca Juga:
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, DWP Ditjen Hubla Luncurkan Program Sudut Baca pada TK dan Paud Binaan

"Ya, perdana dengan berhasilnya kapal MV Mentari Prakarsa bersandar di terminal Wae Kelambu, ini menunjukkan bahwa fungsi terminal logistik ini sudah lulus teruji dengan baik," ujar Direktur Operasi 1 Brantas Abipraya Catur Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021). 

Catur menambahkan kapal kontainer dengan panjang 112 meter yang dapat menampung sebesar 6.207 ton ini bersandar sempurna di terminal garapan Brantas Abipraya dengan panjang 120 meter. 

Baca Juga:
Jadwal Perjalanan Kapal PELNI Ciremai Mei 2022 Semua Rute

Uji sandar perdana ini pun disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo. 

"Selesai tepat waktu, terminal ini memberikan wajah baru bagi Pelabuhan Labuan Bajo, hal ini dikarenakan Terminal Multipurpose Wae Kelambu selain menjadi lalu lintas logistik, terminal ini juga dapat menjadi bongkar muat kontainer dan kargo sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo," jelasnya. 

Baca Juga:
Dukung Pemangkasan Biaya Logistik, Pelindo Persingkat Waktu Port Stay

Diketahui, terminal ini memiliki ukuran 120 x 20 meter, pengerjaan fisik lainnya yang diselesaikan Brantas Abipraya antara lain trestle berukuran 60 x 12 meter, causeway 690 meter dan pengerjaan reklamasi seluas 3 hektar. 

Catur menuturkan meski dilanda pandemi, hal ini tidak menghambat proses pengerjaan. Pihaknya dapat menyelesaikan sesuai target waktu dengan mengutamakan kualitas mutu, pelayanan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 

"K3 selalu menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek pembangunan terminal multifungsi ini. Hal ini terlihat dari penerapan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan di proyek, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di proyek-proyek Brantas Abipraya, langkah pencegahan juga dijalankan seperti dengan selalu memantau kesehatan para tenaga kerja di proyek," imbuh Catur. 

Lebih lanjut, Catur juga mengatakan bahwa sejak tahun 2020 Brantas Abipraya menggunakan aplikasi AYO SEHAT yang telah dikembangkan BUMN konstruksi ini sejak tahun 2020. Aplikasi ini berfungsi untuk mendeteksi tingkat risiko tertular Covid-19. 

"Memantapkan posisinya sebagai salah satu BUMN konstruksi terpercaya dengan keunggulan safety konstruksinya, Brantas Abipraya pun membuktikan dengan keberhasilannya menyabet penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Awards (WISCA) dari World Safety Organization (WSO)," ungkapnya. 

Dia juga menjelaskan level ini menunjukkan bahwa Brantas Abipraya telah teruji proaktif sistem budaya K3L-nya baik di lapangan maupun di bagian administrasi melalui hasil survei dan observasi mendalam. 

"Kami (Brantas Abipraya) berharap dengan beroperasinya Terminal Multipurpose Wae Kelambu secara keseluruhan ini dapat mendukung kelancaran kegiatan pariwisata dan kegiatan usaha logistik secara bersamaan. Juga, kami harapkan ini pun dapat membawa kemajuan perekonomian di Labuan Bajo. NTT dan sekitarnya," pungkasnya. (fh/sumber:detiknews)