Suka Duka Wanita Pelaut di Atas Kapal

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 31/Mar/2021 18:48 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) - Seorang Siswi magang berkali-kali dicabuli hingga hendak diperkosa kapten kapal berinisial AK. Selama ini, perempuan memang minoritas dalam industri pelayaran. Oleh karena itu, banyak suka duka yang dialami oleh para srikandi yang bekerja di atas kapal.

Seperti dilansir dari ABC Indonesia, para perempuan ini kerap mendapat stigma, mulai dari dinilai lemah hingga rentan pelecehan seksual. Tapi Indonesian Lady Seafarers (ILS) ingin mengubah hal itu.

Baca Juga:
Kemenhub Kukuhkan 32 Marine Inspector dan 29 Asisten MI

Organisasi yang menghimpun sekitar 200 pelaut perempuan di Indonesia menyuarakan semakin terbatasnya kesempatan bagi mereka berkarier di industri ini. Koordinator ILS Asia Yudha Ermerra membenarkan hal itu.

 

Baca Juga:
Peringati Hari Pelaut Sedunia, Kemenhub: Ayo Apresiasi Jasa Mereka!

"Sekarang kesempatan perempuan menjadi pelaut yang benaran pelaut di kapal masih sulit," ujarnya, 8 Maret 2019.

"Bisa bergabung ke kapal saja sudah beruntung, apalagi bisa berkarier sampai menjadi nakhoda," tambah Era, nama panggilannya.

Baca Juga:
Gaji Puluhan Juta Per Bulan, Intip Sisi Gelap Bekerja di Kapal Superyacht, Apa Itu?

Menurut Era, hal itu tidak terlepas dari masih kuatnya stigma terhadap perempuan pelaut di Indonesia.

"Banyak perusahaan menutup pintu karena menilai masa berkarier perempuan di pelayaran sebentar, paling 5 tahun. Setelah itu menikah dan tak berlayar lagi," katanya.

Faktor lain, menurut dia, yaitu menyangkut persoalan kenyamanan, karena perusahaan tidak mau berurusan dengan laporan miring seperti pelecehan seksual di kalangan pekerjanya di kapal.

Sementara itu, dian Ambar Wati, Mualim III di kapal tanker pengangkut Gas LPG juga mengungkapkan suka dukanya.

Sejak lulus jurusan nautika dari Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang tahun 2015, Dian Ambar Wati langsung berkarier di kapal tanker. Saat ini dia berpangkat mualim III, bertanggung jawab menavigasi kapal angkutan gas elpiji ke berbagai daerah di Indonesia.

"Perairan Indonesia cukup tenang. Paling, kecuali pas sedang cuaca buruk. Selebihnya yang perlu diwaspadai adalah lalu-lintas kapal dan nelayan," tuturnya.

Perempuan kelahiran Temanggung berusia 26 tahun ini mengaku pelaut perempuan Indonesia tidak mendapatkan perbedaan perlakuan dalam hal pendapatan maupun peluang jenjang karier.

Dia mengakui fitrah perempuan untuk melakukan peran domestik sebagai ibu rumahtangga seringkali menjegal karir mereka di pelayaran.

"Saya akui kebanyakan karier perempuan di laut itu berhenti setelah berkeluarga. Tapi tergantung masing-masing individu. Banyak pelaut perempuan berhasil meniti karier sampai jadi kapten meski telah menikah. Jadi peluang itu harusnya tetap dibuka untuk perempuan," katanya.

Selain itu, kata Ambar, lingkungan pekerjaan yang didominasi laki-laki memang menimbulkan anggapan miring soal pelaut perempuan yang jadi obyek pelecehan rekan prianya di lautan.

Ambar menepis anggapan itu. Menurut dia, semuanya berpulang pada diri pelaut perempuan sendiri ketika menghadapi kru laki-laki.

 

"Asal kita tidak macam-macam dan professional, mereka juga akan segan. Selama pendidikan di PIP, kita juga sudah diajarkan bagaimana lingkungan kerja di kapal, waktu kerja dan tugas jaga. Jadi kita sudah memiliki gambaran," jelasnya.

Kendati demikian kerentanan terhadap pelecehan tersebut ternyata kini dialami oleh seorang siswi di Makassar.

Sebagaimana diketahui, aksi kapten AK yang mencabuli siswi yang magang di kapalnya viral. Selama magang, korban terus berjuang agar tak diperkosa AK.

"Kalau nggak salah sudah sekitar 3 bulan (korban magang di kapal tersangka)," kata Kapolsek Bondoala, Konawe, Ipda Reginald Sujono saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (15/3/2021)

Reginald mengatakan kapal yang dinakhodai kapten AK adalah kapal jenis tugboat atau kapal penarik. Namun upaya pemerkosaan disebut selalu dilakukan AK saat kapal penarik tongkang itu berlabuh di Pelabuhan Muara Sampara, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Tapi kejadiannya pelaku mencoba mencabuli korban ketika kapal sedang berlabuh," katanya.

Dari penelusuran polisi, AK diketahui berkali-kali melakukan upaya pemerkosaan kepada korban. Namun korban terus menghindar. Pelaku juga selalu mengajak korban bertemu di sebuah kamar di kapal dengan modus ingin curhat.

Selanjutnya, korban selalu bisa mencari-cari alasan untuk menghindar setelah menerima aksi tidak senonoh pelaku.

"Upayanya (korban menghindar) kalau sesuai BAP (berita acara pemeriksaan) kan, sering buat alasan pergi memasak, mencuci piring atau pergi beres-beres," kata Reginald.

Kapten kapal AK kini telah ditetapkan menjadi tersangka. AK ditahan di Polsek Bondoala, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan," imbuhnya.

(lia/sumber:detik.com)