Ditjen Hubla Apresiasi Perhatian WIMA INA pada Kaum Perempuan Disabilitas

  • Oleh : Naomy

Kamis, 01/Apr/2021 12:49 WIB
Pelatihan menjahit bagi perempuan disabilitas Pelatihan menjahit bagi perempuan disabilitas

JAKARTA (BeritaTrans. com) - 
Hampir semua bidang telah melibatkan kaum perempuan. Di industri maritim, peran perempuan sudah sangat luas. Mulai dari sektor transportasi laut, kepelabuhanan, hingga perusahaan pelayaran.

Baca Juga:
Disnav Palembang Sosialisasi Kespel di Perairan Jambi

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhungan Laut, Andi Hartono, menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sangat mengapresiasi dan mendukung kiprah dan peran serta perempuan dalam industri maritim. 

“Kami mengapresiasi dan sangat bangga karena sudah banyak kaum perempuan yang berkecimpung di dunia maritim. Ini merupakan bukti ketangguhan kaum perempuan, bisa ikut bersaing di dunia maritim yang bisa dibilang cukup keras,” ujar Andi di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga:
Cegah Pencemaran Maritim, Kapal Harus Ramah Lingkungan

Andi mengatakan, pihaknya juga mendukung peran aktif Woman in Maritime (WIMA INA), asosiasi untuk para perempuan di dunia maritim yang terus berupaya menyelenggarakan kegiatan guna memberikan manfaat dengan memberdayakan kaum perempuan lainnya.

Dalam rangka menyambut Hari Kartini Tahun 2021 ini, WIMA INA menyelenggarakan rangkaian kegiatan, yang memberikan warna berbeda dengan memberikan apresiasi kepada Penyandang Disabilitas dengan mengadakan Pelatihan.

Baca Juga:
Bantuan Angkutan Kapal Perintis dalam Sidang Sinode Papua, Kemenhub Diapresiasi Mensos

Ketua Umum WIMA INA Chandra Motik, mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan dampak perlambatan ekonomi, yang semakin meluas di masyarakat.

"Tak terkecuali para perempuan penyandang disabilitas yang selama ini menjadi bagian dari tulang punggung perekonomian keluarga," ungkapnya.

Untuk itulah, memperingati Hari Kartini Tahun 2021 ini, WIMA INA berupaya untuk merangkul para sahabat penyandang disabilitas dengan memberikan rangkaian kegiatan berupa pelatihan-pelatihan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka untuk menunjang perekonomian keluarga.

“6 Maret Kemarin kita sudah menyelenggarakan Pelatihan Memasak bagi sahabat-sahabat kita penyandang disabilitas. Kali ini, kita akan melanjutkan dengan pembekalan dengan pelatihan Tata Rias dan Menjahit dengan tujuan membantu meningkatkan kreatifitas dan kemandirian,” terangnya.

Chandra berharap, pelatihan ini dapat menjadi salah satu solusi atau upaya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

Tak terkecuali bagi penyandang disabilitas yang memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama.

Sementara itu, Liana Trisnawati, yang hadir sebagai perwakilan WIMA INA di acara Pelatihan tersebut, mengungkapkan bahwa Pelatihan tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKI) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia dan Wardah.

“Pelatihan Tata Rias dan Menjahit ini diikuti 20 perempuan penyandang disabilitas. Selain pembekalan dan pelatihan, peserta juga akan mendapatkan alat make up dan alat menjahit sehingga diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk modal berusaha menyambut bulan Ramadhan,” bebernya.

Liana menekankan, dalam melaksanakan pelatihan ini, WIMA INA menggunakan konsep 3 P, yaitu Pelatihan, Pendampingan dan Pemasaran. 

“10 dari peserta pelatihan sebenarnya sudah memiliki kemampuan menjahit. Namun yang kami tekankan pada tidak hanya kemampuan, namun juga kami arahkan untuk dapat menerima orderan, sehingga diharapkan dapat membantu mereka untuk dapat mandiri dan juga mendorong pemulihan ekonomi masa pandemi Cocid-19,” imbuhnya.

Pelatihan ini juga disambut gembira oleh para peserta pelatihan, salah satunya adalah Ibu Miya, yang juga merupakan Ketua Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia. 

Dia berterimakasih kepada keluarga besar WIMA INA, PPKI, dan Wardah atas kesempatan pelatihan, pendampingan serta pemberian alat tata rias wajah dan kesempatan untuk bisa memulai usaha. 

“Kami berjanji untuk menjalankan amanah dan harapan WIMA INA untuk tetap semangat dan berkreatif demi kelangsungan hidup keluarga kami,” ungkapnya. (omy)