Ditjen Hubdat Bangun Transportasi Sehat di Masa Pandemi dengan Dukungan Operator

  • Oleh : Naomy

Minggu, 11/Apr/2021 19:23 WIB
Musyawarah Organda 10-12 April 2021 Musyawarah Organda 10-12 April 2021

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pemerintah dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat Kememterian Perhubungan, membangun transportasi sehat di masa pandemi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru.

Menurut  Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani, untuk transportasi sehat selain selamat, aman, dan nyaman, dilakukan pengendalian, utamanya bagi angkutan orang. Hal itu demi terwujudnya pembatasan dan jaga jarak.

Baca Juga:
Dirjen Budi: Posko Kecipir Brebes Terapkan Semua Ketentuan Peniadaan Mudik dengan Baik

"Pada awal pandemi diterapkan isian angkutan umum maksimal 50% dari kapasitas dan kini diberi kelonggaran hingga 70%," jelas Yani Dalam acara "Musyawarah Nasional Organda Ke XVI dalam Keadaan Kahar Tahun 2021" di JW Marriot Jakarta, Abad (11/4/2021).

Acara dibuka oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan dilanjutkan dengan diskusi terbuka.

Baca Juga:
Dirjen Hubdat, Kepala BPTJ, dan Komisi V DPR Cek Penyekatan di Ruas Tol Cikampek KM 31

Yani menyampaikan, peningkatan kapasitas angkutan umum juga disesuaikan dengan zonasi kondisi pandemi, apakah merah, kuning, atau hijau di suatu wilayah layanan.

Pemerintah kata dia juga memberikan perhatian kepada pengusaha bus dalam menghadapi masa pandemi dan memasuki kebiasaan baru.

Baca Juga:
Pengendalian Transportasi di Lebih 300 Lokasi Dimulai Besok

"Misalnya Ppn Bn ditanggumg pemerintah, relaksasi dan restrukturisasi kredit perbankan, dan penjaminan kredit," ungkapnya.

Setiap orang yang melakukan perjalanan dengan angkutan umum, maka bertanggungjawab dengan kesehatannya masing-masimg.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, mengenakan masker,  jaga jarak, menggunakam hand sanitizer, dan sering mencuci tangan.

"Penumpang juga tidak diperkenankan berbicara satu sama lain atau melalui sambungam telepon sepanjang perjalanan," tutur dia.

Yani berharap, Organda terus kontinyu melaksanakan prokes dalam perjalanan dan pembatasan jumlah penumpang.

Dalam menghadapi peniadaan mudik Lebara 2021, operator juga diharapkan mendukung penuh dengan tidak menjual tiket untuk keberangkatan 6-17 Mei 2021. (omy)