Dua Pekan Selama Ramadhan, Jumlah Pengguna KRL Berkurang 7,1%

  • Oleh : Fahmi

Senin, 26/Apr/2021 12:54 WIB
Banyak penumpang turun dari rangkaian KRL, tapi KRL masih saja penuh. (Ist) Banyak penumpang turun dari rangkaian KRL, tapi KRL masih saja penuh. (Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - KAI Commuter mencatat tren berkurangnya pergerakan masyarakat yang menggunakan KRL pada bulan Ramadhan tahun ini. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan resmi, menyatakan selama lebih kurang dua pekan memasuki bulan puasa, volume pengguna KRL per hari rata-rata mencapai 378.031 pengguna. Angka ini turun 7,1% dibanding rata-rata volume pengguna KRL pada 1-12 April 2021 sebelum memasuki bulan Ramadhan yang mencapai 407.298 pengguna. 

Baca Juga:
Gegera Ngobrol di Gerbong, 3 Penumpang Diusir Turun KRL

"Pada Senin pagi (26/4/2021) ini, jumlah pengguna yang memanfaatkan jasa KRL hingga pukul 09:00 WIB tercatat 166.914 pengguna. Angka ini naik 1% dibandingkan Senin pekan lalu pada waktu yang sama dimana jumlah pengguna mencapai 164.857," ujar Anne, Senin (26/4/2021). 

Dia menjelaskan, adapun sejumlah stasiun yang mencatat kenaikan jumlah pengguna antara lain Stasiun Bojonggede (12.730 pengguna, naik 14%), dan Stasiun Depokbaru (7.389, naik 4%). Sementara stasiun yang junlah penggunanya turun antara lain Stasiun Bogor (12.359, turun 2%), dan Stasiun Bekasi (9.483, turun 4%). 

Baca Juga:
Penumpang KA Jarak Jauh Mulai Ramaikan Stasiun Bekasi saat Masa Libur Sekolah

Selain itu, pola pergerakan pengguna sepanjang dua pekan bulan puasa tahun ini juga mengalami pergeseran. Apabila pada hari-hari sebelum bulan puasa pengguna KRL terkonsentrasi pada pukul 06.00-08.00 WIB pada jam sibuk pagi, maka pada bulan puasa ini pengguna KRL terkonsentrasi pada pukul 07.00-08.00 WIB. 

Untuk jam sibuk sore hari, pengguna KRL terkonsentrasi pukul 16.00-17.00 WIB dari yang sebelumnya pukul 17.00-18.00 WIB. Selain waktu-waktu tersebut jarang terdapat kepadatan pengguna di dalam KRL maupun antrean di stasiun. 

Baca Juga:
KAI Raih Penghargaan Gold Champion Kategori BUMN dalam Ajang BISRA 2022

"KAI Commuter menyarankan pengguna dapat merencanakan kembali perjalanannya dengan KRL untuk menghindari jam-jam sibuk tersebut," kata Anne. 

Selain itu, untuk upaya peningkatan layanan bagi pengguna tetap dimaksimalkan bersama oleh Kementerian Perhubungan, KAI, dan KAI Commuter. 

Mulai Sabtu (24/4/2021) telah dioperasikan peron jalur 6 dan 7 yang letaknya berada di bangunan baru Stasiun Bekasi. Jalur 7 digunakan untuk KRL tujuan Cikarang, sementara jalur 6 digunakan untuk kereta api jarak jauh. Untuk pengguna KRL tujuan Jakarta Kota masih dilayani di jalur 1, 2, dan 3 Stasiun Bekasi. 

Sampai saat ini modernisasi Stasiun Bekasi masih terus dilakukan. Sebagai aspek keamanan dan keselamatan pengguna KRL, KAI Commuter mengimbau para pengguna agar tetap memperhatikan arahan petugas di lapangan. 

Modernisasi Stasiun Bekasi merupakan bagian dari pekerjaan Double-Double Track (DDT) yang dikerjakan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) Kementerian Perhubungan. Apabila modernisasi Stasiun Bekasi sudah rampung, nantinya akan ada 8 jalur kereta dari 4 jalur kereta saat ini. 

Rata-rata volume pengguna KRL di Stasiun Bekasi saat ini mencapai 12.188 pengguna per hari. Diharapkan saat modernisasi Stasiun Bekasi rampung, akan lebih meningkatkan pelayanan pengguna KRL. 

Upaya penerapan protokol Kesehatan baik di stasiun maupun di dalam KRL terus dijalankan petugas KAI Commuter. Apabila terjadi potensi kepadatan, petugas melakukan penyekatan di stasiun dan pembatasan di dalam KRL sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Selain menjaga jarak, KAI Commuter juga mengajak para pengguna untuk menerapkan protokol kesehatan lainnya yaitu wajib memakai masker kain minimal 3 lapis atau menggunakan masker kesehatan serta mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL.(fahmi)