Antisipasi Pemudik Sewa Perahu, Polisi Dekati Nelayan Jatim

  • Oleh : Dirham

Jum'at, 30/Apr/2021 16:21 WIB
Mudik sewa perahu nelayan di Jatim. Mudik sewa perahu nelayan di Jatim.

SURABAYA (BeritaTrans.com) - Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur meminta para nelayan untuk tak menyewakan kapalnya kepada para pemudik.
Hal ini juga mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian Covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1441 H.

"Dari awal puasa kami sudah mengimbau, memberikan pemahaman pada masyarakat pesisir dan nelayan, khususnya, tentang alasan kenapa tidak boleh mudik," kata Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arnapi, Kamis (29/4).

Baca Juga:
Gubernur Tahu dari Perbincangan di Medsos, Pemudik Curi-curi Waktu Saat Penjaga Istirahat

Arnapi telah memetakan ada sejumlah wilayah di Jatim yang rawan melakukan praktik mudik dengan menyewa kapal nelayan. Antara lain, Jember, Probolinggo, Situbondo ke arah Madura.

Hal itu merupakan amatan pihaknya pada mudik di momen Iduladha tahun sebelumnya. Kini Ditpolairud mengantisipasi aktivitas serupa pada Idulfitri 1442 Hijriah.

Baca Juga:
Gubernur Antisipasi Lolosnya 400 Ribuan Pemudik ke Jabar

"Biasanya mereka mudik menggunakan kapal nelayan biasanya pada Hari Raya Iduladha. Kalau Idulfitri itu tidak terlalu banyak. Tapi tetap kami antisipasi mengikuti kebijakan pemerintah," pungkas dia.

Pihaknya sudah mendatangi para nelayan serta pemilik kapal, dan mengimbau agar tidak menyewakan kapalnya kepada warga untuk kegiatan mudik.

Baca Juga:
Rumah Angker Disiapkan Bagi Pemudik Nekat di Boyolali dan Madiun Sebagai Karantina

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak syahbandar, atau otoritas pejabat di pelabuhan, agar mengawasi dan tak memberikan izin layar kepada seluruh kapal yang berpotensi mengangkut pemudik.

"Kami mengimbau pihak syahbandar tak memberikan izin berlayar pada kapal saat larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021," pungkas dia.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman akan memperketat protokol kesehatan jelang lebaran sebagai langkah untuk mencegah lonjakan Covid-19.

Termasuk, penyekatan wilayah aglomerasi atau kota yang tidak kena larangan mudik seperti Makassar, Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar, untuk mencegah terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19.

"Sesuai arahan bapak presiden masalah Covid-19, harus mengantisipasi lebaran. Kita harus memperketat instruksinya. Selain itu, mencegah dan bagaimana menekan naiknya Covid-19 dengan menerapkan 3M," kata Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (29/4). (ds/sumber CNNIndonesia.com)