Setelah 40 Tahun Tak Beroperasi, Jalur Kereta di Garut akan Direaktivasi

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 30/Apr/2021 22:36 WIB
Lokomotif di Stasiun Garut.(Ist) Lokomotif di Stasiun Garut.(Ist)

GARUT (BeritaTrans.com) - Warga Kabupaten Garut kini tengah bersiap untuk menyambut kembali rangkaian kereta api setelah hampir 40 tahun mati suri. 

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Garut Rudi Gunawan. Sesuainya, perkiraannya akan dimulai di bulan Juni mendatang. Dirinya juga berharap jika peresmian Kereta Api Garut tersebut dapat dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo 

Baca Juga:
403 Calon Penumpang KA Ditolak Lakukan Perjalanan

"Coba lihat keadaan stasiun kereta api kita sangat megah sekali, sesuai dengan target dan diharapkan Bapak Presiden dapat meresmikan tempat ini," ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, dalam tulisan tertulisnya Senin (26/4/2021), dilansir dari Liputan6. 

Seperti informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pengoperasian Kereta Api Garut nantinya akan mengampu beberapa rute yakni Garut-Cibatu, Kiaracondong, Padalarang hingga Purwakarta, sampai rute jarak jauh mulai Jakarta-Garut, Garut-Yogyakarta, dll. Rute tersebut akan diberlakukan di tahap awal sebagai jalur akar dekat. 

Baca Juga:
2.852 Penumpang KA Lakukan Perjalanan di Hari Pertama Larangan Mudik

Di tahap awal juga keberangkatan paling pagi direncanakan akan dimulai pada pukul 04.30 WIB menuju ke Bandung. Di rute itu nantinya akan diprioritaskan untuk membawa masyarakat yang bekerja di sekitar wilayah Bandung. 

Adapun pihaknya akan menyiapkan satu rangkaian gerbong kereta wisata yang didatangkan langsung dari Jakarta. 

Baca Juga:
Operasional KRL Hanya Sampai Pukul 20.00, Catat Jadwalnya!

"Kami ini sedang melakukan negosiasi dengan PT KAI tentang waktunya," papar Rudi. 

Demi memberikan pelayanan yang terbaik, pihaknya juga mengatakan telah menyiapkan segala fasilitasnya dengan matang agar nyaman ditempati penumpang. 

Salah satu yang diungkapkan orang nomor satu di Kabupaten Garut itu adalah penggunaan gerbong yang nantinya akan menggunakan rangkaian kereta cepat, sehingga akan memangkas waktu tempuh di rute Garut – Cibatu hanya sekitar 20 menit. 

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dirjen pada Selasa (27/04) lalu untuk memastikan proses izin operasionalnya. 

Selain gerbong yang akan membuat nyaman penumpang, fasilitas di sekitar stasiun juga akan ditata sedemikian rupa agar layak saat menyambut Presiden Joko Widodo pada saat peresmian nanti. Adapun yang ditata akan dimulai dari lokasi parkir hingga peron utama stasiun. 

"Insya Allah kami akan mengundang Bapak Presiden di (bulan) Juni nanti, kalau situasi kondisi memungkinkan," kata dia. 


©2020 Merdeka.com 

Sebagaimana diketahui, jalur Garut – Cibatu terakhir kali beroperasi sekitar 39 tahun lalu tepatnya di 1982. Upaya reaktivasinya sendiri sudah mulai dilakukan sejak tahun 2019, sampai saat ini yang ditargetkan sudah sesuai rencana pemerintah. 

Sebelumnya direncanakan peresmiannya sendiri akan dilakukan pada Maret 2020 lalu. Namun adanya pandemi Covid-19 membuat proses peresmian terpaksa dibatalkan untuk sementara. 

Kini Pemda Garut optimis peresmian bisa segera dilakukan di bulan Juni mendatang. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan efektivitas pembatasan sosial berskala mikro, termasuk mengacu kepada pertumbuhan ekonomi yang terus digenjot pemerintah dan optimalisasi moda transportasi massal seperti Kereta Api Garut ini.(fh/sumber:liputan6)