Israel Umumkan Hancurkan Terowongan Hamas di Gaza

  • Oleh : Redaksi

Senin, 17/Mei/2021 20:47 WIB
Bola api mengepul dari sebuah gedung di kawsan Rimal, Gaza City, pada 16 Mei, selama bombardir Israel ke area yang dikuasai Hamas tersebut.(AFP PHOTO/BASHAR TALEB) Bola api mengepul dari sebuah gedung di kawsan Rimal, Gaza City, pada 16 Mei, selama bombardir Israel ke area yang dikuasai Hamas tersebut.(AFP PHOTO/BASHAR TALEB)

GAZA CITY (BeritaTrans.com) - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan, mereka berhasil menghancurkan terowongan yang dipakai militan Hamas di Gaza.

Dalam pernyataan IDF, mereka telah meratakan sistem terowongan "Metro" sepanjang 9,3 mile, atau 15 km.

Baca Juga:
Israel Dapat Gelontoran Dana Rp55 Triliun/ Tahun dari AS, Termasuk untuk Sistem Kubah Besi

"(Terowongan) sepanjang 9,3 mile itu kini tidak akan bisa lagi dipergunakan," ujar IDF dikutip BBC Senin (17/5/2021).

Tidak dijelaskan apakah ada korban jiwa, baik dari Hamas maupun sipil, dalam serangan Israel tersebut.

Baca Juga:
Israel-Hamas Sepakati Gencatan Senjata di Gaza

Pada pekan lalu, IDF disebut menipu faksi Palestina di Gaza itu dengan mengumumkan menggerakkan pasukan darat.

Dengan demikian, faksi Palestina itu akan bersembunyi di terowongan yang dipakai untuk menyergap tank dan tentara.

Baca Juga:
Israel Tembakkan Artileri ke Libanon Setelah Diserang 4 Roket

IDF yang tahu Hamas bersembunyi menunggu kedatangan mereka pun langsung membombardir terowongan persembunyian itu.

Sementara itu, sebuah gedung tiga lantai dilaporkan rusak dihantam jet tempur IDF. Namun warga sudah diperingatkan untuk pergi 10 menit sebelumnya.

 

Wali Kota Gaza Yahya Sarraj kepada Al Jazeera TV menyatakan, serangan itu merusak jalanan dan infrastruktur lainnya.

"Jika agresi ini terus berlanjut, maka kami harus siap dengan risiko terburuk," papar Sarraj dikutip New York Post.

IDF mengeklaim dikutip Haaretz, mereka sudah menyasar 1.080 target sejak Operation Guardian of the Walls dimulai.

Semenrara Hamas menembakkan 3.150 roket, dengan sistem pertahanan Iron Dome disebut menghancurkan 90 persen serangan.

Ketegangan ini dimulai pada 10 Mei, ketika Hamas menembakkan roket jarak jauh, merepons bentrokan polisi dan massa di Terusalem.

(lia/sumber:kompas.com)