Israel Tembakkan Artileri ke Libanon Setelah Diserang 4 Roket

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 19/Mei/2021 23:52 WIB
Tentara Israel menembakkan artileri ke arah Lebanon usai empat roket yang mengarah ke kawasan tersebut. (AP/Majdi Mohammed) Tentara Israel menembakkan artileri ke arah Lebanon usai empat roket yang mengarah ke kawasan tersebut. (AP/Majdi Mohammed)

Jakarta (BeritaTrans.com) - Tentara Israel menembakkan peluru artileri ke arah Libanon selatan sebagai balasan usai empat roket mengarah ke wilayahnya pada Rabu (19/5). Meski sebelumnya pertahanan rudal Israel berhasil menghalau salah satu proyektil.

"Empat roket ditembakkan ke wilayah Israel. Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi mencegat salah satu dari mereka dan sisanya kemungkinan besar jatuh di areal terbuka," demikian pernyataan tertulis Tentara Israel dikutip dari AFP.

Baca Juga:
Israel Balas Bombardir Lebanon

Tentara Israel dalam pernyataan resmi menegaskan bahwa artileri itu menyerang sejumlah target di wilayah Libanon usai kiriman roket ke kawasannya.

 

Baca Juga:
Israel Dapat Gelontoran Dana Rp55 Triliun/ Tahun dari AS, Termasuk untuk Sistem Kubah Besi

Roket tersebut mengakibatkan sirene serangan udara meraung di Kota Haifa di Israel bagian utara dan daerah-daerah di kawasan timur. Sumber keamanan di Libanon dikutip Reuters mengonfirmasi empat roket sebelumnya diluncurkan menuju Israel dari Seddiqine--sebuah desa di wilayah kota pesisir selatan Libanon, Tirus.

Ini adalah insiden tembakan roket ketiga dari Libanon sejak permusuhan antara Israel dan kelompok militan Palestina berkobar di Gaza pada 10 Mei.

Baca Juga:
Israel-Hamas Sepakati Gencatan Senjata di Gaza

Pada Senin pekan lalu, enam peluru ditembakkan dari Libanon menuju Israel bagian utara tapi jatuh jauh di perbatasan. Serangan itu memicu tembakan balasan artileri dari Israel.

Adapun tiga roket yang diluncurkan menuju Israel pada Kamis beberapa hari setelahnya, mendarat di Laut Mediterania dan tidak menyebabkan kerusakan maupun korban jiwa.

Hingga saat ini belum begitu jelas dalang di balik penembakan roket tersebut dan belum ada laporan kerusakan dari kedua belah pihak.

Namun begitu di selatan Libanon terdapat markas Hizbullah, kelompok yang sempat berperang dengan Israel pada 2006 lalu. Akan tetapi Hizbullah mengklaim bahwa mereka bukan pihak yang menembakkan roket itu.

Faksi kecil Palestina di Libanon tersebut pada masa lalu sempat menembaki Israel secara sporadis.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)