5 Kapal Rusak, Nelayan Panik, Gelombang Tinggi 4 Meter Terjang Pantai Baron

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 27/Mei/2021 07:00 WIB
Foto:istimewa/iNews.id Foto:istimewa/iNews.id

GUNUNGKIDUL (BeritaTrans com)  - Gelombang tinggi hampir mencapai 4 meter menghantam kawasan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (26/5/2021). Akibat terjangan ombak besar itu, lima kapal nelayan rusak.

Para nelayan pun kaget mengetahui terjangan gelombang tinggi itu. Puluhan nelayan di Pantai Baron berjibaku menyelamatkan kapal-kapal mereka di pinggir pantai agar tidak dihantam gelombang tinggi tersebut.

Baca Juga:
Tabrakan dengan Tug Boat di Perairan Bengkalis, Satu Nelayan Hilang

Menurut Koordinator SAR Pantai Baron Marjono, dari laporan yang mereka terima, terjangan gelombang tinggi itu terjadi pada 08.30 WIB tadi. Para nelayan panik karena sejumlah kapal rusak. 

"Lima kapal mengalami kerusakan di bagian sayap dan kapal lainnya berhasil diselamatkan," kata Marjono, Rabu (26/5/2021).

Baca Juga:
Kemenhub Ukur 178 Kapal Nelayan di Tanjung Balai Karimun-Kepri

Dia menjelaskan, pascakejadian itu, semua nelayan bergotong royong untuk menyelamatkan kapal dari hantaman gelombang tinggi. Sebab, sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi diperkirakan masih berlanjut.

" Karena prediksinya sampai satu minggu ke depan potensi gelombang tinggi masih terjadi di Pantai Baron dan sekitarnya," ujarnya.

Baca Juga:
Bangkai Kapal di Pelabuhan Pasuruan Halangi Nelayan Cari Ikan

Marjono melanjutkan, gelombang tinggi ini juga terjadi lantaran gerhana bulan total atau super blood moon yang terjadi malam nanti. Untuk itu pihaknya meminta semua nelayan untuk menghentikan aktivitas melaut. 

"Begitu juga dengan wisatawan kami langsung minta menjauh dari bibir pantai karena gelombang bisa secara mendadak terjadi," katanya.

Sementara salah satu nelayan Pantai Baron Sumardi mengaku sudah meminta semua nelayan untuk berhenti melaut. Diakuinya selama satu bulan terakhir tercatat tiga kali gelombang besar menerjang pantai selatan.

"Jadi memang kami sulit memprediksi karena sudah tiga kali gelombang tinggi menerjang kawasan pantai selatan dalam satu bulan ini," ucapnya.(amt/sumber:iNews.id)