KAI Merugi Rp300 Miliar, Ini Penyebabnya

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 20/Jun/2021 16:48 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan kerugian Rp303,4 miliar selama kuartal I/2021. Kinerja tersebut berkebalikan dengan periode yang sama tahun lalu ketika perseroan membukukan keuntungan Rp281,9 miliar. 

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan kerugian tersebut murni karena dampak dari pandemi Covid-19. Pasalnya, selama pandemi jumlah penumpang menurun secara drastis. 

Baca Juga:
Operasikan 269 Perjalanan KRL, Penumpang KRL Capai 275 Ribu Lebih pada Senin Pagi

"Sebagai contoh pada masa normal itu perjalanan kereta api Jakarta-Bandung lebih kurang 40 perjalanan per hari. Di masa pandemi sampai dengan saat ini, itu belum pulih. Dari 40 perjalanan itu sekarang rata-rata baru 4-6 saja per harinya," katanya, dikutip dari Bisnis, Ahad (20/6/2021). 

Menurutnya, jumlah penumpang koridor Jakarta-Bandung ini masih sangat terdampak sehingga KAI tidak bisa menjalankan kereta api yang banyak seperti masa sebelum pandemi. "Ini sebenarnya ilustrasi ya bagaimana memang kerugian tersebut pure disebabkan dampak Covid-19." 

Baca Juga:
Promo Merdeka, 26 Kereta Api dari Jakarta Tiket Mulai Rp 17 Ribu, Ini Jadwal dan Ketentuannya!

Sebelum pandemi atau pada triwulan I/2020, KAI grup melayani 90,7 juta pelanggan kereta api atau rata-rata 30,2 juta pelanggan perbulannya. 

Namun semasa pandemi atau April sampai dengan Desember 2020, KAI grup melayani total 94 juta pelanggan kereta api, atau rata-rata 10,5 juta pelanggan per bulan. Jumlah tersebut turun 65 persen jika dibandingkan triwulan pertama 2020. 

Baca Juga:
KAI Hasilkan Peningkatan Laba Bersih 254% pada Semester I 2022

Kendati begitu dia menegaskan KAI akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sisi agar bisa tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19. 

"Kalau kita berkaca dengan yang kemarin bahwa itu fakta bahwa memang pada laporan tersebut bahwa triwulan I/2021, KAI mengalami kerugian sekitar Rp300 miliar lebih kurang. Nah tentu kami tidak ingin berlarut seperti itu," imbuhnya.(fh/sumber:bisnis.com)