Dirjen Budi Sampaikan Belasungkawa, Korban Meninggal KMP Yunicee di Selatan Pelabuhan Gilimanuk 7 Orang

  • Oleh : Naomy

Rabu, 30/Jun/2021 21:20 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (tengah) saat konferensi pers terkait tenggelamnya KMP Yunicee di Selatan Perairan Pelabuhan GilimanukSelatan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (tengah) saat konferensi pers terkait tenggelamnya KMP Yunicee di Selatan Perairan Pelabuhan GilimanukSelatan

 

BALI (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengonfirmasi musibah tenggelamnya KMP. Yunicee milik PT Surya Timur Line di Selatan Perairan Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (29/6/2021) malam kemarin, pukul 19.12 WITA.

Baca Juga:
Dirjen Hendro Cek Kesiapan Pelabuhan Penyeberangan Bias Manjul dan Sampalan Bali

Kecelakaan yang diperkirakan terjadi pada titik kordinat 8° 10'26,56''S - 114°25'4218''T mengakibatkan sebanyak tujuh orang meninggal dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam konferensi pers menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan menyebabkan korban jiwa. 

Baca Juga:
Bareng ASDP, Kemenhub Sosialisasikan Rencana Pengoperasian Lintas Jangkar-Lembar

"KMP. Yunicee berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 18.29 WITA. Sekira pukul 19.12 WITA, kapal tersebut dilaporkan terbawa arus ke arah Selatan Pelabuhan Gilimanuk, kemudian posisi kapal miring dan langsung tenggelam. 

"Kami sangat berduka atas musibah yang terjadi. Dengan adanya kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi. Kami harapkan dapat terus melakukan mitigasi perbaikan baik secara institusional, secara sistem, dan perbaikan pada beberapa regulasi," ujar Dirjen Budi di Bali, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga:
Ditjen Hubdat Hadirkan KMP Bahtera Nusantara 03 untuk Masyarakat Kepri

Kapal penumpang yang berukuran panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter tersebut mengangkut muatan tiga sepeda motor, dua kendaraan pribadi, 18 truk sedang, 17 kendaraan pick up, dan 41 penumpang orang dan serta 16 Anak Buah Kapal (ABK).

Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang, telah ditemukan korban selamat dengan jumlah total sebanyak 39 orang. 

“Dari hasil evakuasi sampai dengan sore hari ini dilaporkan bahwa sebanyak 36 orang selamat dibawa ke Ketapang dan tiga korban selamat dibawa ke Gilimanuk. Berdasarkan data posko di Gilimanuk masih terdapat 11 orang dalam pencarian,” urai Dirjen Budi. 

Pernyataan ini sekaligus meralat informasi pada hari sebelumnya bahwa dilaporkan sebanyak 44 orang selamat.

Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi, I Ketut Gede Adi Wibawa juga menambahkan, “Menurut informasi yang kami terima, sebelum KMP. Yunicee tenggelam, terhempas ombak di lambung sebelah kanan dan miring 5 derajat, kemudian kapal stabil kembali dan miring lagi sekitar 10 derajat. Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan Polda terkait pencarian orang."

Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada menambahkan, pihaknya bersama dengan seluruh tim gabungan akan melakukan pencarian korban selama tujuh hari sejak terjadinya kecelakaan. 

Tim gabungan yang dimaksud berjumlah 150 personel, terdiri dari Polda Bali, Polres Jembrana, Polairud Polres Jembrana, Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Basarnas Kabupaten Jembrana, SAR Brimobda Bali, Bataliyon C Pelopor Gilimanuk, TNI AL Gilimanuk, dan Tim Kesehatan / Puskesmas.

 “Kami akan terus melakukan pencarian sampai dengan hari ke tujuh sejak terjadinya kecelakaan. Jika belum semua korban ditemukan di hari ke tujuh namun terdapat tanda-tanda keberadaan korban, kami akan melakukan evaluasi dan akan dilakukan perpanjangan waktu pencarian. Dalam proses pencarian ini kami dibantu oleh KRI Rigel, KRI Soputan, kapal Basarnas, serta speed boat dan travel boat,” ungkap Gede.

Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana turut mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa KMP. Yunicee. 

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejak tadi malam seluruh petugas dari Jasa Raharja sudah ada di Pelabuhan Ketapang dan bergabung dengan seluruh instansi terkait untuk pendataan korban. Santunan yang kami berikan kepada korban meninggal dunia adalah Rp 50 juta per orang. Santunan sudah diberikan kepada dua korban yang berada di wilayah Bali, tiga korban yang berada di wilayah Jawa Timur, dan dua korban masih dalam proses pencarian ahli warisnya,” jelas Dewi.

Turut hadir dalam konferensi pers Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Cucu Mulyana, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur, Tonny Agus Setiono, dan Direktur Kepolisian Perairan, Brigjen. Pol. Mohammad Yassin Kosasih. (omy)