Mulai 5 Juli, GeNose Tak Berlaku sebagai Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 03/Jul/2021 13:12 WIB
Pelayanan vaksin di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kartu vaksin wajib bagi pengguna kereta api jarak jauh pada masa PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Pelayanan vaksin di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Kartu vaksin wajib bagi pengguna kereta api jarak jauh pada masa PPKM Darurat 3-20 Juli 2021.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Stasiun Pasar Senen sudah mulai meniadakan pemeriksaan tes covid-19 menggunakan GeNose, saat ini hanya tersedia Rapit Tes Antigen dan pelayanan Vaksin. 

Vaksin dan Tes antigen menjadi salah satu syarat naik Kereta Api Jarak Jauh saat PPKM darurat pada 2-20 Juli 2021. 

Baca Juga:
KA Cilacap-Gambir Alami Keterlambatan karena Penumpang Tidak Penuhi Syarat Perjalanan, KAI Sampaikan Ini!

Kebijakan itu merujuk pada keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kebijakan sebenarnya akan mulai diterapkan sejak 5 Juli 2021 hingga pemberlakuan masa PPKM darurat selesai. 

"Jadi untuk GeNose masih berlaku sampai tanggal 4 (Juli). Tanggal 5 sampai masa PPKM berakhir itu hanya PCR dan antigen. Itu untuk sementara waktu selama masa PPKM darurat," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa di Stasiun Senen, Jakarta dikutip dari Detikcom, Sabtu (3/7/2021). 

Baca Juga:
368 Penumpang Lakukan Vaksin di Stasiun Gambir dan PasarSenen

Pada hari pertama PPKM darurat berlaku hingga 4 Juli besok, hasil tes GeNose masih berlaku menjadi salah satu syarat melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kereta api. Namun, selepas tanggal itu, aturan penggunaan GeNose akan dihilangkan sementara waktu. 

Baca Juga:
Aturan Baru Naik KRL, Begini Suasana di Stasiun Bekasi

Eva menekankan tiap calon penumpang yang akan menggunakan kereta api jarak jauh wajib memenuhi tiap persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah selama PPKM darurat. Syarat itu mulai menunjukkan hasil bebas Covid-19 dan kartu vaksin. 

"Jadi bagi calon pengguna yang tetap akan berangkat wajib memiliki kartu vaksin dosis pertama minimal. Dan juga surat PCR dengan hasil 2x24 jam dan antigen 1x24 jam," terang Eva. 

Lebih lanjut Eva mengatakan ada beberapa penyesuaian dari PT KAI selama PPKM darurat berlangsung. Salah satunya adalah pengurangan jumlah operasional kereta yang diberangkatkan tiap harinya. 

Selama pandemi berlangsung satu setengah tahun terakhir, ada penurunan 60 persen dari armada kereta yang diberangkatkan oleh PT KAI, khususnya di wilayah Daop 1 Jakarta. Eva menyebut selama pandemi pihaknya hanya memberangkatkan maksimal 30 kereta tiap harinya dari jumlah 71 kereta yang diberangkatkan tiap harinya sebelum pandemi. 

"Pada saat PPKM darurat jumlah itu akan kembali dikurangi. Seperti weekend ini biasanya sampai 20-22 KA, hari ini hanya 11 KA. Besok mungkin akan dikurangi juga," ujar Eva.(fahmi)