Penyebab Besaran Gaji Direksi Garuda di Laporan Keuangan 2020 Naik

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 22/Jul/2021 12:18 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjelaskan soal meningkatnya besaran gaji dewan direksi pada laporan keuangan perseroan 2020 dibandingkan dengan 2019. Pada 2020, Garuda Indonesia mengalami penambahan direksi dari sebelumnya berjumlah tujuh orang menjadi delapan orang.

 

Baca Juga:
Digugat My Indo Airlines ke PKPU, Garuda: Kami Hormati dan sedang Dipelajari

“Kami malah potong dan tunda gaji 50 persen (untuk 2020),” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Tempo, Rabu, 21 Juli 2021.

 

Baca Juga:
Garuda Indonesia Rugi Rp36 Trilyun

Berdasarkan laporan keuangan maskapai pelat merah yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, total pengeluaran Garuda untuk gaji dewan direksi pada 2020 tercatat US$ 2.156.205 atau naik dari 2019 yang sebesar US$2.141.176. Pada 2020, komponen gaji direksi terdiri atas imbalan jangka pendek sebesar US$ 1.752.841 dan imbalan pasca-kerja sebesar US$ 403.364.

Dari dua komponen gaji ini, tercatat bagian yang mengalami kenaikan adalah imbalan pasca-kerja. Pada 2019, imbalan pasca-kerja direksi Garuda sebesar US$ 375.754; sedangkan imbalan jangka pendek pada 2019 lebih besar ketimbang 2020, yaitu US$ 1.765.422.

Baca Juga:
Tahun 2020, Garuda Catat Pendapatan Usaha US$ 1,4 miliar dan Penurunan Beban Operasional Penerbangan 35,13 Persen

 

Dilihat dari jumlah direksinya, pada 2020, Garuda memiliki delapan direktur. Mereka adalah direktur utama, wakil direktur utama, direktur operasi, dan direktur teknik. Kemudian, direktur layanan, pengembangan usaha, dan teknologi informasi; direktur niaga dan kargo; direktur keuangan dan manajemen risiko; serta direktur SDM.

Adapun pada 2019, Dewan Direksi Garuda terdiri atas direktur utama, direktur operasi, direktur teknik & layanan, direktur human capital, direktur niaga, direktur kargo & pengembangan usaha, serta direktur keuangan & manajemen. Pada akhir Desember 2019, Menteri BUMN memecat empat direksi garuda menjadi tinggal tiga orang karena kasus penyelundupan barang mewah.

Irfan mengatakan dalam laporan keuangan tahun lalu, pemotongan gaji direksi belum dicantumkan pada karena bersifat akrual. “Di buku memang tercatat, tapi tidak ada cash keluar,” kata Irfan.

Sementara itu untuk beban gaji komisaris, pada laporan keuangan Garuda menunjukkan adanya penurunan. Per 31 Desember 2020, besaran gaji komisaris tercatat sebesar US$ 745.030. Angka itu turun dari 31 Desember 2019 yang sebanyak US$ 944.191. Jumlah komisaris Garuda per Desember 2020 terdiri atas  lima orang. Kelimanya adalah komisaris utama, wakil komisaris utama, dua komisaris independen, dan satu komisaris. Dewan komisaris Garuda tak mengalami perubahan dari struktur 2019.

(lia/sumber:tempo.co)