Kemenhub Sediakan Fasilitas Isoman Masyarakat Terpapar Covid-19 di BPTT Yogyakarta

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 20/Agu/2021 10:39 WIB
BPTT Yogyakarta BPTT Yogyakarta

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Kementerian Perhubungan c.q. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan stakeholder terkait mendukung percepatan penanganan Covid-19 dengan menyediakan fasilitas isolasi mandiri bagi masyarakat terpapar Covid-19 di wilayah Yogyakarta. 

Baca Juga:
Uji Coba Stasiun Matraman Dimulai Kamis

Fasilitas ini di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) PT KAI Daop 6 Yogyakarta di Lempuyangan.

"Fasilitas ini dapat digunakan oleh pasien Covid-19 dari masyarakat umum, pegawai Ditjen Perkeretaapian dan pegawai PT KAI (Persero)," jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Zulmafendi, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga:
Timbul Ketidaknyamanan di Stasiun Manggarai dan Cakung Selama Pembangunan, DJKA Minta Maaf

Dia mengatakan fasilitas ini menjadi pilihan ruang isolasi bagi para pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan guna memutus penularan dan meningkatkan peluang kesembuhan.

Dengan isoman terpusat, maka diharapkan proses pemulihan bisa lebih cepat dan mencegah penularan kepada keluarga jika melakukan isoman di rumah.

Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Penumpang LRT Jabodebek Capai 100.000/Hari

Penyediaan fasilitas isoman ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dari beberapa stake holder baik Pusat maupun Daerah. 

"Penyediaan fasilitas isolasi ini adalah bentuk dukungan bersama instansi Pusat, dalam hal ini DJKA Kemenhub dengan unsur Daerah antara lain Dinas Sosial Provinsi DIY, RS Universitas Gadjah Mada, dan PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta, untuk membantu mempercepat penanganan Covid-19”, tegasnya.

Di sini, memiliki 54 kamar mess (maksimal 4 orang/kamar) dengan kapasitas 220 tempat tidur dan 10 guest house.  

Fasilitas lainnya adalah ruang tamu, kamar mandi umum (mess), kamar mandi pribadi (guest house), lapangan olahraga, musholla, jogging track, area parkir, penanganan limbah medis, dan laundry khusus.

"Selama isoman, pasien akan mendapatkan konsumsi berupa makanan dan snack tiga kali sehari, ditambah vitamin dan obat-obatan serta kunjungan tenaga kesehatan secara berkala. Apabila diperlukan penanganan lanjut, pasien akan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut," imbuh dia.

Pasien Covid-19 tanpa gejala bisa diterima di fasilitas ini sesuai dengan SOP Kesehatan yang dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 DIY dan Pemerintah Daerah. 

“Calon pasien yang akan diisolasi di sini bisa mendapatkan surat pengantar atau rekomendasi dari Puskesmas tentunya yang positif dengan gejala ringan dan ini gratis," ungkap Zulmafendi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat yang menjalani isolasi disini, akan mendapatkan penanganan khusus dan diawasi  tenaga kesehatan. 

Jika ada masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang positif dengan gejala ringan disarankan bisa memanfaatkan fasilitas isoman di BPTT ini. 

Pasien secara optimal akan mendapatkan perawatan yang tepat sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat. 

"Sejak dibuka 16 Agustus, sudah ada tiga pasien yang melakukan isoman di sini dari masyarakat, pelaku perjalanan dan pegawai PT KAI," tutup Zulmafendi. (omy)