Airnav Indonesia Luncurkan Buku Jurnalisme Penerbangan

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 20/Agu/2021 13:49 WIB
Peluncuran dan Bedah Buku Jurnalisme Penerbanga Peluncuran dan Bedah Buku Jurnalisme Penerbanga

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Hadirkan tambahan wawasan, AirNav Indonesia meluncurkan buku "Jurnalisme Penerbangan: Menciptakan Ruang Publik di Udara untuk Keselamatan".

Baca Juga:
Kemenhub Dukung BPK Audit Penyelenggaraan Transportasi Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Peluncuran buku dipimpin Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno Jumat (20/8/2021) disaksikan jajaran Direksi dan manajerial AirNav Indonesia beserta para jurnalis nasional dan lokal seantero Nusantara.

“Buku ini kami persembahkan kepada seluruh rekan-rekan wartawan di Indonesia, khususnya yang melakukan peliputan di sektor penerbangan," ujar Pramintohadi.

Baca Juga:
Kemenhub Minta Kepastian Jepang Terkait Proyek Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia

Di dalamnya kata dia membahas secara lengkap dan komprehensif mengenai isu-isu krusial di dunia penerbangan, rambu-rambu di udara, istilah teknis penerbangan, lembaga dan organisasi penerbangan, hingga kaidah, prinsip serta etika peliputan penerbangan.
 
Industri aviasi termasuk layanan navigasi penerbangan di dalamnya, memiliki kompleksitas dengan istilah-istilah penerbangan yang sangat teknikal, sehingga terkadang sulit untuk menerjemahkan atau mencari padanan kata yang tepat agar tidak terjadi mispersepsi.

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan Dewan Pers, menyusun buku ini agar menjadi standar baku dan panduan kerja bagi seluruh wartawan yang akan meliput indsutri penerbangan.

Baca Juga:
Airnav Dukung Ruang Terbuka Hijau di Bima Bebas Sampah

"Kami berharap, kehadiran buku ini menjadi katalis positif untuk lahirnya karya-karya jurnalistik yang konstruktif dan edukatif bagi perkembangan industri penerbangan tanah air,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menyambut hangat buku yang memberi panduan kerja jumalistik dalam meliput isu keselamatan dan manajemen transportasi udara di Indonesia ini, karena dapat memberi kontribusi untuk menciptakan pemberitaan yang lebih baik.

“Melalui buku ini, diharapkan jumalis dapat lebih memahami manajemen dan isu keselamatan transportasi udara, baik dari sisi regulasi penerbangan, sisi kaidah jumalistik, sisi terminologi, hingga pengetahuan praktis seputar dunia penerbangan yang dituangkan secara mendalam,” papar Budi.

Apresiasi atas terbitnya Buku Jurnalisme Penerbangan juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh.

"Buku ini mengisi kebutuhan kalangan media dan dapat dijadikan sebagai panduan liputan penerbangan. Dunia penerbangan dan angkutan udara merupakan satu area liputan yang penting bagi media. Ada kepentingan publik yang besar, baik terkait kebijakan umum transportasi udara maupun terkait aspek keselamatan penerbangan,” tutur Nuh.

Menurutnya, pers memiliki dua tugas penting di era penuh tantangan ini. Antara lain menjaga nyala api optimisme dan mendidik masyarakat.

“Tanggung jawab etik wartawan yang pertama sekali tentu saja mencari kebenaran dan menyampaikannya kepada publik. Menyampaikan kebenaran tentang fakta, bukan sekadar menyampaikan fakta secara benar. Inilah tugas utama yang menjadikan jurnalisme dan jurnalis sebagai noblese oblige, sesuatu yang terhormat dan penuh tanggung jawab," beber dia.

Tugas dan tanggung jawab ini semakin penting saat ini, ketika ruang informasi tidak hanya menyediakan kabar kebenaran, namun juga kabar kebohongan (fake news).

Good journalism, lanjut Nuh, merupakan jawaban terbaik terhadap masyarakat kita yang semakin cerdas. Wartawan harus mampu mengimbangi masyarakat yang makin cerdas itu.

Tantangan media, bagaimana menjadi mitra andal bagi masyarakat yang makin cerdas. Mendorong jurnalisme berbasis data dan pengetahuan menjadi satu ikhtiar, yang perlu dikerjakan secara konsisten oleh wartawan.

"Jurnalis harus memiliki kemampuan mengagregasikan peristiwa dan pengalaman sehari-sehari menjadi pengetahun dan wisdom sehingga menjadi pegangan bagi masyarakat untuk terus berubah ke arah kualitas yang makin baik,” ungkap Nuh.

Acara peluncuran sekaligus sosialisasi Buku Jurnalisme Penerbangan ini dihadiri oleh wartawan nasional dan lokal, termasuk rekan-rekan yang tergabung di dalam Forum Wartawan Perhubungan, Forum Wartawan BUMN dan Forum Wartawan Bandara Soekarno-Hatta.

Para peserta juga melakukan sesi tanya jawab secara langsung dengan para penulis buku yang hadir antara lain Yohanes Harry Douglas, Nurcholis M. A. Basyari dan Frans Surdiasis.

Pramintohadi mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbitnya buku ini.

“Kami berterimakasih kepada Kementerian Perhubungan, Dewan Pers, Tim Penulis dan semua pihak lain yang telah mendukung penyusunan hingga penerbitan ini. Buku ini kami persembahkan untuk media massa dan dunia penerbangan nasional, sebagai kontribusi kecil kami dalam upaya mengembangkan industri penerbangan dan pemulihan ekonomi nasional,” tutup Pramintohadi. (omy)