Kapal Penumpang Kembali Diizinkan Masuk NTT

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 29/Agu/2021 06:09 WIB
Kapal penyeberangan. (Ist) Kapal penyeberangan. (Ist)

KUPANG (BeritaTrans.com) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka kembali layanan transportasi laut dengan mengizinkan kapal-kapal penumpang dari luar daerah masuk ke daerah itu setelah kasus Covid-19 di provinsi berbasis kepulauan ini mulai menurun. 

"Iya benar surat kami yang intinya membolehkan kapal penumpang beroperasi kembali seperti semula di wilayah perairan NTT di masa pandemi COVID-19," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Izyak Nuka dikutip dari Antara, Sabtu (28/8/2021). 

Baca Juga:
Gertak China, Kapal Rudal Hipersonik AS Zumwalt Muncul di Pasifik

Dinas Perhubungan Provinsi NTT melalui suratnya bernomor 550/345/DISHUB/1.2 tentang masa berakhir pembatasan transportasi pada 31 Agustus 2021. 

Isyak Nuka mengatakan tidak diperpanjangnya masa pemberlakuan pembatasan transportasi ke wilayah Provinsi NTT karena situasi pandemi Covid-19 secara nasional dan khususnya NTT mulai membaik. 

Baca Juga:
Dirjen Arif Bilang Pelabuhan Kuala Tanjung Disiapkan jadi Transshipment Port Indonesia

Selain itu, kata dia, karena adanya tuntutan kebutuhan masyarakat baik aspek pendidikan, kesehatan, kebutuhan pangan dan perekonomian dimasa yang sulit ini. 

Sehingga, menurut Isyak Nuka, instruksi Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor 553.4.50/DISHUB.4/2021 tanggal 16 Agustus 2021 tentang perpanjangan pelayanan transportasi bagi pelaku perjalanan yang berakhir pada 31 Agustus 2021 tidak diperpanjang. 

Baca Juga:
Sudah Dangkal, Nelayan Minta Pemerintah Aceh Besar Keruk Kuala Gigeng dan Dermaga Lhokseudu

Menurut dia, dengan tidak diperpanjangnya pemberlakuan pembatasan transportasi maka mulai 1 September 2021 layanan transportasi laut seperti kapal penumpang diizinkan masuk ke wilayah Provinsi NTT. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengizinkan kapal-kapal penumpang masuk ke wilayah NTT setelah kasus positif Covid-19 yang melanda daerah ini mulai menurun. 

Kendati demikian, kata Isyak Nuka, pengoperasian dan pelayanan kepada masyarakat bak crew, awak dan pelaku perjalanan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat dari dan ke tujuan perjalanan. 

Selain itu, kata Isyak Nuka, layanan transportasi wajib memenuhi dan mengikuti persyaratan yang berlaku disetiap wilayah asal maupun tujuan perjalanan.(fh/sumber:antara)