77 Armada Teman Bus dan 4 Koridor Siap Layani Masyarakat Banjarbakula

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 10/Sep/2021 09:08 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sebanyak 77 armada Teman Bus atau Buy The Service (BTS) akan melayani penumpang di empat rute layanan dengan 195 titik halte atau bus setop di Banjarbakula, Kalimantan Selatan. 

Baca Juga:
Perjalanan Internasional via Darat Boleh Saja, Tapi Ikuti Ketentuan ini

Banjarbakula merupakan kawasan aglomerasi yang terdiri dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

"Layanan BTS di Banjarbakula akan tersedia melengkapi jumlah beberapa kota yang sudah terlebih dahulu menerapkan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam webinar bertajuk “Program Teman Bus Pengembangan Angkutan Massal Berbasis Jalan di Kawasan Banjarbakula", Kamis (9/9/2021).

Baca Juga:
Rapat Hadapi Libur Nataru Digelar Sore ini, Kemenhub Siapkan Sejumlah Rekomendasi

Keempat rute layanan BTS di Banjarbakula yaitu: 

1. Terminal KM 17 – Terminal Simpang Empat, 

Baca Juga:
Kemenhub Targetkan Alat Uji Berkala Keliling Hadir di 33 Propinsi

2. Taman Siring KM 0 Banjarmasin – Terminal KM 17, 

3. Terminal Handil Bakti – Terminal KM 6 – Simpang Empat Trans,

4. Terminal KM 17 Gambut Barakat – Simpang 3 Bentok.

Angkutan Massal Perkotaan menurutnya, merupakan public goods, sehingga Pemerintah menjadi penanggung risiko dalam penyediaannya. 

Program BTS dilakukan dengan membeli layanan (memberikan subsidi 100%) dari operator dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan.

Dalam webinar tersebut, Dirjen Budi juga menyebutkan bahwa persiapan angkutan massal dilandasi dalam UU tahun 2009 tentang LLAJ pasal 158 yakni pemerintah menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum di kawasan perkotaan, serta Peraturan Menteri No.9 Tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum Perkotaan.

"Dalam program BTS ini terdapat dua strategi yaitu push strategy dan pull strategy," ungkapnya. 

Ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar keluar dari zona nyaman mereka dari tidak menggunakan angkutan pribadi. Hal ini memangkas pengaturan ruang jalan, pengaturan ruang parkir, pengaturan waktu. 

Strategi yang kedua yaitu pull strategy, dilakukan untuk menarik masyarakat menggunakan bus. 

"Dalam hal ini pemerintah harus menanggung risiko, serta pemerintah memberikan lisensi kepada operator dengan SPM dan mekanisme sanksi, dan memberikan prioritas kepada angkutan agar memiliki layanan yang terbaik,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani memaparkan detil operasional layanan Teman Bus di Banjarbakula. 

“Perubahan mindset demi meningkatkan era lama menuju era baru ini merupakan intervensi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, melihat antusiasme masyarakat yang tinggi di kota-kota sebelumnya sebanyak 6.231.839 penumpang,” kata Yani.

Dia menjelaskan bahwa dalam penggunaannya nanti, sama seperti di kota-kota sebelumnya yaitu layanan BTS di Makassar yang menerapkan standar dan indikator dalam operasionalnya.

Mulai dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga standar kendaraan yang harus selalu dalam kondisi prima. (omy)