ASDP Sediakan Lahan di Pelabuhan Merak-Bakauheni, Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 17/Sep/2021 06:53 WIB


JAKARTA (Beritatrans.com)  - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry yang telah menyediakan lebih dari 30 persen lahan untuk tempat promosi usaha mikro dan kecil di Pelabuhan Merak–Bakauheni.

Deputi Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba mengatakan, tindakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pasal 60.

Baca Juga:
Perkuat Konektivitas dan Logistik, ASDP Operasikan KMP Tanjung Burang Rute Padang-Mentawai

Dalam beleid itu, diamanatkan bahwa Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD dan/atau Badan Usaha Swasta wajib menyediakan tempat promosi dan pengembangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil paling sedikit 30 persen total luas lahan area komersial, luas tempat perbelanjaan, dan/atau tempat promosi yang strategis pada infrastruktur publik meliputi terminal, bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api, tempat istirahat dan pelayanan jalan tol.

“PT ASDP Indonesia Ferry sebagai pengelola Pelabuhan Merak, menjadi salah satu usulan pilot project dalam implementasi mandat PP 7 Tahun 2021 khususnya penyediaan tempat promosi dan pengembangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil,” kata Hanung Harimba pada saat kunjungan ke Pelabuhan Merak, dikutip Kompas.com dalam siaran resminya, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga:
Truk Boks Terbakar di Dalam KMP Neomi Pelabuhan Bakauheni

Hanung menilai, PP tersebut bertujuan untuk membuat koperasi dan UMKM semakin berdaya saing, terlebih lagi 99 persen UMKM adalah usaha mikro.

Oleh sebab itu dikatakan Hanung, sektor usaha ini harus didorong untuk naik kelas sehingga porsi usaha kecil dan menengah menjadi lebih besar.

Baca Juga:
Dukung Konektivitas dan Sektor Logistik di Kepulauan Aru, ASDP Operasikan KMP Lobster Layani Lintas Dobo-Serwat

Dalam kunjungan tersebut, Kemenkop UKM dan PT ASDP Indonesia Ferry juga sepakat untuk melakukan kolaborasi untuk membantu memberikan informasi jasa dan produk yang dibutuhkan, membantu kurasi produk UMKM, membantu display produk UMKM unggulan. 

“Kerjasama dengan ASDP sangat strategis. Mereka memiliki ratusan pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai ruang promosi UMKM. Di Pelabuhan Merak saja, setiap hari  ada lalu lintas 26.000 orang. Kerja sama ini bukan CSR tapi bisnis yang saling menguntungkan antara ASDP dan UMKM.  Pemerintah dalam hal ini akan mendukung peningkatan kompetensi UMKM,” kata Hanung.

Sementara itu, Manajer  Kerjasama Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Febrizal Efendi mengatakan, pihaknya sudah menyediakan alokasi tempat berusaha bagi pelaku UMKM  lebih dari 30 persen.

“Kami menyatakan bahwa UMKM  adalah partner kami, karena kami melihat kegiatan bisnis UMKM sangat potensial, Kami berharap sinergi program ini dapat terus ditingkatkan sesuai dengan arahan pemerintah,” kata Febrizal.

Pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan PT ASDP,  termasuk Terminal Terpadu Merak dan Bakauheni Harbour City akan menyediakan sentra UMKM untuk mendukung tercapai UMKM naik kelas. 

PT ASDP Indonesia Ferry mengalokasikan sebagian area  yang dimanfaatkan oleh UMK pada Dermaga Reguler Merak dan Terminal tepadu Merak  dengan ragam jenis usahanya meliputi rumah makan, souvenir/oleh-oleh, fotocopy, dan toko kelontong (bahan pokok, makanan dan minuman).

(ny/Sumber: Kompas.com)