Jangan Beraktifitas Pinggir Laut, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

  • Oleh : Dirham

Jum'at, 17/Sep/2021 11:31 WIB
Gelombang Tinggi. Gelombang Tinggi.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui pusat meteorologi maritim mengingatkan warga pesisir dan nelayan, waspada gelombang tinggi. 

Adapun peringatan BMKG ini berlaku mulai Jumat (17/9/2021) pukul 07:00 WIB hingga Sabtu (18/9/2021) pukul 07:00 WIB.

Baca Juga:
BMKG: Gelombang Setinggi 6 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia, Waspada!

Pusat meteorologi maritim melalaui website maritim bmkg go id menyebutkan terdapat Sistem tekanan rendah 1010 hecto pascal (hPa) di Samudra Pasifik timur Filipina.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Baca Juga:
Cuaca Buruk, Kapal Barang Tenggelam di Perairan Ambalawi NTB

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Enggano hingga barat Lampung, Perairan selatan Banten, Perairan Kepulauan Sermata-Kep Aru, Laut Banda, Perairan Kep Sitaro-Kep Talaud, Laut Maluku, Perairan Utara Biak-Jayapura, Laut Arafuru dan Perairan Yos Sudarso-Merauke," tulis BMKG.

Berikut update ketigian gelombang di berbagai wilayah Indonesia;

Baca Juga:
Gelombang Tinggi di Manado Sulut Bukan Tsunami, BMKG: Warga Jangan Panik

Area Perairan Dengan Gelombang Sedang (1.25 - 2.50 meter)

- Perairan Timur P Simeulue-Kep Mentawai

- Laut Flores Bagian Timur

- Perairan Timur P Simeulue-Kep Mentawai

- Perairan Selatan Kep Banggai

- Perairan Selatan Flores Dan Selat Ombai

- Perairan Selatan Dan Timur Kep Sula

- Perairan Kupang-P Rotte

- Perairan Selatan P Buru-P Seram
Samudra Hindia Selatan P Rotte

- Laut Seram

- Perairan Kep Sermata-Kep Babar

- Perairan Fakfak-Kaimana
Selat Karimata Bagian Selatan

- Perairan Amamapre-Agats Bagian Barat

- Perairan Selatan Kalimantan Tengah

- Laut Banda

- Laut Jawa

- Perairan Utara Kep Tanimbar

- Selat Makassar Bagian Selatan Dan Tengah

- Perairan Utara Kep Kei-Kep Aru
Perairan Kotabaru

- Laut Maluku Bagian Selatan

- Perairan Utara Madura-Kep Kangean

- Perairan Selatan Sulawesi Utara

- Perairan Timur Kep Selayar

- Perairan Bitung-Likupang

- Perairan Selatan Baubau-Kep Wakatobi

- Perairan Utara Dan Barat Halmahera

- Laut Flores Bagian Timur
Perairan Utara Papua Barat

- Perairan Manui Kendari Bagian Timur

- Samudra Pasifik Utara Papua Barat

Area perairan dengan gelombang tinggi (2.50-4.0 Meter)

- Perairan Utara Sabang

- Perairan Selatan Kep Tanimbar-Kep Aru

- Perairan Barat P. Simeulue-Kep Nias

- Laut Arafuru

- Samudra Hindia Barat Aceh Hingga Kep Nias

Laut Sulawesi Timur

- Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan

- Perairan Kep Sitaro - Kep Talaud

- Perairan Selatan Sumbawa-P Sawu

- Laut Maluku Bagian Utara
Selat Sape Bagian Selatan

- Samudra Pasifik Utara Halmahera
Laut Sawu Dan Selat Sumba Bagian Barat

- Perairan Utara Papua

- Samudra Hindia Selatan Sumbawa hingga P Sawu Samudra Pasifik Utara Papua

Area Perairan Dengan Gelombang Sangat Tinggi (4.0-6.0 Meter)

- Perairan Barat Kep Mentawai

- Selat Sunda Bagian Barat Dan Selatan

- Perairan Enggano-Bengkulu

- Perairan Selatan Banten Hingga Lombok

- Perairan Barat Lampung

- Samudra Hindia Selatan Jawa Hingga Lombok

- Samudra Hindia Barat Kep Mentawai-Lampung

BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran : Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter)," jelasnya.

"Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter)," tegasnya. (ds/sumber Sindonews.com)