Jalani Tugas Angkutan Perintis dan Perbatasan, DAMRI Minta Perhatian Kementerian PUPR

  • Oleh : Naomy

Rabu, 29/Sep/2021 14:33 WIB
Dirut DMARI saat paparan dalam.Webimar Dirut DMARI saat paparan dalam.Webimar

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Jalani penugasan angkutan perintis dan perbatasan serta lintas batas, Perum DAMRI minta perhatian Kementerian PUPR.

Menurut Direktur Utama Perum DAMRI Setia N Milatia Moemin, di area perbatasan masih banyak kondisi jalan yang memprihatinkan.

Baca Juga:
Dukung Energi Ramah Lingkungan, DAMRI Kembangkan Inovasi Kelola Bus Listrik

"Ya, gambaran daerah perbatasan masih banyak jalan yang butuh perhatian," tuturnya dalam Webinar "Menilik Transportasi di Kawasan Perbatasan Kalimantan"i di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Sementara pihaknya harus terus menjalankan tugas dengan subsidi yang diberikan Kementerian Perhubungan cq Ditjen Perhubungan Darat.

Baca Juga:
Kemenhub Dukung Penggunaan Bus Listrik DAMRI di Bandara Soekarno-Hatta

Kemenhub kata dia juga tengah melakukan harmonisasi peraturan yang sudah terbit tahun 2008 terkait angkutan perintis dan perbatasan.

"Untuk menunjang costumer oriented, kami melakukan peremajaan armada dan juga digitalisasi layanan," ungkap dia.

Baca Juga:
Rayakan HUT Ke -75, DAMRI Flag Off Uji Coba Bus Listrik di Bandara Soekarno Hatta

Nantinya seluruh layanan akan diterapkan secara digital, mulai dari pembelian tiket hingga informasi trayek.

Pada armada DAMRI, menurutnya juga disesuaikan dengan kondisi jalan. Ada yang gunakan bus besar, bus sedang, atau bahkan sekelas Hiace dengan kapasitas yang lebih sedikit.

Selain angkutan perintis orang, DAMRI kata Tia, juga menjalankan penugasan angkutan perintis barang atau tol laut berkoordinasi dengan ASDP Indonesia Ferry.

"Saat ini ada tiga pulau yakni di Natuna, Timika, dan Pomako," ujarnya.
 
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahnad Yani mengemukakan, pihaknya terus memberikan prioritas layanan angkutan perintis dan perbatasan.

"Pelayanan dilakukan dengan lelang dan penunjukan pada angkutan perintis dan perbatasan," ucapnya.

Setiap tahun layanan perintis ini berusaha ditingkatkan dengan subsidi yang diberikan dari pemerintah. (omy)