Sosok Dirut Bus Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Pernah Menjadi Pilot Berpengalaman

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 03/Okt/2021 16:59 WIB
Dirut PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo wafat pada Ahad (3/10/2021). Dirut PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo wafat pada Ahad (3/10/2021).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kabar duka datang dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Direktur Utama perusahaan tersebut yakni Sardjono Jhony Tjitrokusumo meninggal dunia, Ahad (3/10/2021). 

Semasa hidupnya, Jhony dikenal sebagai sosok pilot yang berpengalaman di berbagai maskapai dunia, sampai akhirnya ditunjuk menjadi Dirut perusahaan bus di Ibu Kota. 

Baca Juga:
Polana B. Pramesti Masuki Purna Tugas Sebagai Kepala BPTJ

Diketahui, Dirut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta itu menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.51 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Senen, Jakarta Pusat. 

"Kami keluarga besar sangat kehilangan dan berduka atas kabar ini. Mohon doanya teman-teman semua,doakan bapak bisa mendapat tempat terbaik di sisinya,” ucap Pejabat Sementara Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza, Minggu. 

Baca Juga:
Hamish Daud, Pemandu The Muslim Traveller: Dari Mana Sumber Kekayaannya, Sempat Putus Sekolah dan Tinggal di Hutan

Menurut Welfizon, Jhony meninggal dunia karena sakit dan sudah beberapa waktu belakangan menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto. 

Selanjutnya, jenazah Jhony akan dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur. 

Baca Juga:
Penerbangan Sumber Kekayaan Rusdi Kirana, Pernah Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia Berharta Rp11,9 Triliun

"Beberapa hari belakangan, bapak sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun, mungkin Allah berhendak lain,” kata Welfizon. 

Pilot 

Meski menempati posisi Dirut di perusahaan bus, Jhony nyatanya mengawali karir sebagai seorang penerbang. Dia bekerja di perusahaan maskapai Merpati Airlines sejak sejak 1991-2004. 

Setelah itu, dia menjadi pilot maskapai penerbangan Qatar 2006-2007 dan ditunjuk sebagai pilot senior di Etihad Airways. 

Dalam pemberitaan Kompas.com, Sabtu (30/5/2020), Jhony yang merupakan penerbang berpengalaman sempat menjadi Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines 2010-2012. 

Selain itu, Jhony juga diketahui sebagai pemilik Leste Aviation di Timor Leste. Sebuah perusahaan penerbangan yang didirikannya pada 2013 silam. 

Tak sampai disitu, Jhony juga tercatat sebagai Direktur Operasional Bandara Internasional Jawa Barat, Chairman West Java Enterprises Partnership, dan Pendiri Leste Development And Invesment Company pada 2016. 

Karir Jhony di bidang penerbangan terbilang cukup bersinar. Pada 2017, dia menduduki posisi Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura 1 (Persero) hingga 2020. 

Jhony membawahi portofolio Bisnis Induk Usaha, IT dan Digitalisasi PT Angkasa Pura 1. 

Penugasan di Transjakarta 

Jam terbangnya yang tinggi di dunia tranportasi penerbangan itu pun akhirnya membawa Jhony ke daratan. Dia didapuk sebagai Dirut perusahaan tranportasi bus milik Provinsi DKI Jakarta pada 29 Mei 2020. 

Dia dipanggil ke Balai Kota DKI Jakarta, lalu ditunjuk olah pemerintah provinsi sebagai Dirut PT TransJakarta. Jhony mengisi kekosongan jabatan Dirut, setelah Agung Wicaksono mengundurkan diri pada 23 Januari 2020. 

Proses serah terima jabatan (sertijab) dihadiri langsung oleh kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Faisal Syafruddin, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Transjakarta Yoga Adiwinarto beserta seluruh direksi. 

Kegiatan itu pun disaksikan oleh jajaran komisaris PT Transjakarta secara dari daring melalui aplikasi zoom, karena ada pembatasan jumlah peserta pada masa pandemi Covid-19. 

Adapun pelantikan Jhony sebagai Dirut PT TransJakarta sesuai dengan hasil keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Transjakarta, tentang Perubahan Susunan Anggota Direksi yang ditandatangani Rabu (27/5). 

Usai dilantik sebagai Dirut, Jhony sempat memaparkan sejumlah inisiatif strategi untuk mengembangkan BUMD Provinsi DKI Jakarta itu. 

Setidaknya ada lima inisiatif yang disampaikannya, yakni peningkatan pelayanan, digital revenue stream, cost efektif melalui program BMI/BDMI, dan go green, serta sinergi antar-BUMD. 

Kala itu, Jhony manyampaikan bahwa inisiatif tersebut sesuai dengan arahan Anies dalam menyambut era "New Normal" yang meminta Transjakarta untuk terus menjaga tingkat pelayanan, keamanan dan keselamatan pengguna jasanya.(fh/sumber:kompas)