Tidak Payah Antre, Perempuan dengan Pin Hamil Masuk Jalur Prioritas di Stasiun Bekasi

  • Oleh : Fahmi

Senin, 04/Okt/2021 08:25 WIB
Penumpang KRL dengan pin Ibu Hamil menunjukan bukti vaksin kepada petugas di jalur prioritas untuk masuk menggunakan KRL tanpa antre di Stasiun Bekasi, Senin (4/10/2021) pagi. Penumpang KRL dengan pin Ibu Hamil menunjukan bukti vaksin kepada petugas di jalur prioritas untuk masuk menggunakan KRL tanpa antre di Stasiun Bekasi, Senin (4/10/2021) pagi.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Penumpang KRL perempuan dengan pin ibu hamil diprioritaskan tanpa antre untuk masuk Stasiun Bekasi pada Senin (4/10/2021) pagi. 

Pada jam sibuk pagi ini, pihak stasiun memeberlakukan barisan antrean penumpang KRL setelah dilakukan pemeriksaan sertifikat vaksin atau melalukan pemindaian kode QR Aplikasi Peduli Lindungi di tempat yang telah disediakan dan dilakukan pemeriksaan petugas. 

Baca Juga:
Terseret 200 Meter, Perempuan Tewas Tertabrak Kereta di Klender

Namun, penumpang perempuan yang beralasan hamil dapat langsung berjalan lurus ke arah stasiun tanpa melalui penyekatan. Tentunya juga sebelumnya penumpang dengan pin ibu hamil tersebut juga dilakukan pemeriksaan petugas untuk menunjukan sertifikat vaksin. 

Petugas mengatakan beberapa penumpang hamil yang memalui jalur prioritas tersebut juga tidak memiliki sertifikat vaksin, namun mereka bisa masuk karena dapat menunjukan surat keretangan belum bisa mendapatkan dosis vaksin. 

Baca Juga:
Diduga Bunuh Diri, Pemuda Asal Medan Tewas Tertabrak Kereta Api di Tulungagung

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id, banyak perempuan yang perutnya mulai membesar dengan ditunjukkan pin menandakan ibu hamil yang menempel di tas atau pakaian mereka. Beberapa juga tampak memberi tahu petugas dengan menyebutkan "ibu hamil pak," sahut penumpang saat hendak berjalan di jalur prioritas tanpa penyekatan. 

Baca Juga:
Truk Bawa Muatan Kayu Lapis Tabrak Kereta Mutiara Selatan, Perjalanan 3 Kereta Api pun Tertunda

Beberapa penumpang tersebut berjalan melewati penyekatan menunjukan bukti bahwa belum bisa menerima vaksin karena keadaan kesehatan dari rumah sakit atau dokter. 

Perempuan dengan pin ibu hamil pada saat terjadinya antrean, diizinkan melalui jalur luar antrean untuk dapat langsung masuk melakukan tap tiket hingga menunggu KRL di peron stasiun. 

Selain terlihat beberapa penumpang perempuan tidak masuk ke jalur antrean, selain ada perempuan dengan pin hamil, juga terlihat perempuan atau laki-laki yang menggunakan jalur bukan antrean, mereka hendak naik KRL arah Cikarang dan KA Jarak Jauh. 

Stasiun Bekasi tidak memberlakukan penyekatan masuk bagi penumpang arah Stasiun Cikarang dan penumpang KA Jarak Jauh. 

Pada jam sibuk awal pekan, sejumlah orang harus tetap beraktivitas dengan menggunakan moda transportasi masal. KAI Commuter memberi prioritas bagi penumpang dengan pin khusus ibu hamil. 

Pada pagi ini, di penyekatan juga tampak beberapa orang yang belum mendapatkan sertifikat vaksin dengan alasan tertentu, juga dapat masuk ke jalur antrean penumpang. Mereka sebelumnya menunjukan surat keterangan dari rumah sakit bahwa mereka merupakan penyintas covid-19. Beberapa juga tampak menujukan bahwa tidak bisa dilakukan vaksin karena memiliki penyakit penyerta atau comorbid. 

Antrean sempat terjadi hingga beberapa kali sebelum masuk tap tiket di utara stasiun. Sedangkan di selatan stasiun barisan antrean terjadi selatah penumpang melakukan tap tiket di dalam area stasiun. 

Stasiun Bekasi memberangkatkan KRL arah Cikarang dan JakartaKota atau hanya sampai Manggarai. Beberapa penumpang nantinya akan turun dan mengakhiri perjalanan di stasiun tujuannya. 

Saat ini seluruh pengguna KRL wajib menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama atau menggunakan scan kode QR di aplikasi Peduli Lindungi saat akan naik KRL. 

Ada pun aturan tambahan yang berlaku di masa pandemi antara lain penggunaan masker ganda, balita tidak diperbolehkan menaiki Kereta Rel Listrik (KRL), anak usia di bawah 12 tahun, pengaturan waktu naik KRL untuk lansia, dan tidak diperbolehkan berbicara secara langsung atau melalui telepon saat berada di dalam KRL.(fahmi)