Arus Kendaraan di Jalan Tol Naik 17 Persen Usai Pelonggaran PPKM

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 06/Okt/2021 23:08 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat peningkatan volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jasa Marga Group di seluruh Indonesia sebesar 17,4 persen pada September 2021. 

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru merincikan LHR September lalu naik menjadi 3,03 juta dari catatan Agustus di level 2,59 juta. 

Baca Juga:
Begini Cara Mudah Naik Bus dari Terminal Pulo Gebang dengan Ikuti Prokes

Menurut dia, tren meningkatnya LHR didorong oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berangsur turun dari level 4 pada Juli 2021 dan turun ke level 3 di Pulau Jawa-Bali. 

Kendati begitu, bila dibandingkan dengan lalu lintas sebelum pandemi atau Februari 2020, maka LHR masih belum pulih atau turun 7,9 persen. 

Baca Juga:
Mantap! Kini Penumpang Bisa Berangkat Pagi dari Pool Bus Handoyo Bekasi Timur

"Di Juli saat diberlakukannya PPKM Darurat, LHR Jalan Tol Jasa Marga Group sempat turun hingga 43,9 persen dibandingkan dengan LHR sebelum pandemi," ujar Heru lewat rilis tertulis, Rabu (6/10/2021). 

Heru menjelaskan peningkatan LHR cukup signifikan saat PPKM Darurat diturunkan menjadi level 4 pada Agustus lalu, sehingga jika dibandingkan dengan LHR sebelum pandemi turun sebesar 23,5 persen. 

Baca Juga:
Menhub Ajak Insan Muda Transportasi Jadi Pelopor Gerakan Sadar Keselamatan Berlalulintas

"Tiga iga ruas Jalan Tol Jasa Marga Group dengan LHR tertinggi di September kemarin adalah Jalan Tol Dalam Kota dengan 465 ribu kendaraan, Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan 425 ribu kendaraan dan Jalan Tol Jagorawi dengan 381 ribu kendaraan," tambahnya. 

Ia menyebut guna mengantisipasi tren peningkatan volume lalu lintas, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk di masa-masa pandemi, dengan tetap menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di jalan tol. 

Di antaranya yaitu meningkatkan kapasitas lajur dan kapasitas transaksi, melakukan rekayasa lalu lintas, mengendalikan kendaraan over dimension over load dengan pemasangan Weigh in Motion yang terintegrasi dengan ETLE, meningkatkan response time terhadap hambatan di jalur dengan mengintegrasikan seluruh sistem informasi dan komunikasi Jasa Marga Group. 

Kemudian mengimplementasikan Automatic Vehicle Classsification dengan teknologi terbaru, implementasi asisten digital khusus perjalanan pengguna jalan tol melalui aplikasi Travoy hingga melakukan pemeliharaan periodik berupa scrapping, filling, overlay dan rekonstruksi serta pemantauan kondisi genangan.(fh/sumber:CNN)