Resmi, Waskita Jual Ruas Tol Cibitung-Cilincing Rp 1,26 T

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 08/Okt/2021 05:29 WIB
Gerbang tol Telaga Asih, Cibitung-Cilincing (Foto:BeritaTrans.com/ahmad) Gerbang tol Telaga Asih, Cibitung-Cilincing (Foto:BeritaTrans.com/ahmad)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melepas seluruh kepemilikannya di jalan tol Cibitung - Cilincing senilai Rp 2,44 triliun. Perseroan masih memiliki satu ruas tol lagi yang akan dilepas tahun ini. 

Dikutip dalam keterangan tertulis disebutkan Waskita Toll Road menjual ruas tol kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia (API), yang selama ini menguasai 45% saham dari jalan tol itu.

Baca Juga:
Management Walkthrough PT API Aset Leger Jalan Tol di JTCC

WTR menjual 1,38 juta saham dengan total nominal Rp 1,26 triliun yang mewakili kepemilikan saham sebesar 55% kepada API.

Direktur Utama Waskita Toll Road, Septian Andri Purwanto, mengatakan ada rua ruas tol yang akan didivestasi perusahaan disisa tahun ini, pertama Cibitung - Cilincing (sudah terjual) dan sisanya adalah Cimanggis - Cibitung.

Baca Juga:
Peroleh PMN R28 Triliun, Hutama Karya Kebut Penyelesaian Tol Trans Sumatera

Ruas itu dikabarkan akan dijual kepada investor dalam negeri. Meski dia belum bisa memberikan infornasi detail dalam waktu dekat ini.

"Pada saatnya nanti akan kita disclose. Tapi tidak menutup kemungkinan melakukan divestasi kepada investor asing, pemain lama, pemain baru. Kita punya beberapa ruas tol yang layak untuk investor," katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga:
Jalan Tol IKN Ditargetkan Selesai 2024, Begini Proses dan Kendala Pembangunannya!

WTR ditargetkan menjual lima ruas tol.Tahun lalu tiga ruas jalan tol yang sudah didivestasi adalah Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Sumatra. Berlanjut pada dua ruas jalan tol di Jawa, yakni Cinere-Serpong dan Semarang-Batang. Dua ruas yang akan didivestasi lagi ditahun ini adalah Cibitung-Cilincing dan Cimanggis-Cibitung.

Selain itu, Andri juga menjelaskan potensi investasi INA ke dalam ruas tol milik Waskita Toll Road.

"Kita sudah bertemu kalau dengan INA, tapi appetite-nya lebih ke ruas yang fully operated, sementara Waskita Toll Road hanya punya Trans Jawa. Kita sudah coba tawarkan, sampai minggu lalu masih studi traffic dan due diligence. Diharapkan tahun ini dengan INA minimal satu ruas di Jawa," katanya.

Dalam proses divestasi, Waskita Toll Road tidak juga masih menemui hambatan. Di situasi pandemi, nilai valuasi aset tol menurun karena jumlah lalu lintas dan transaksi harian yang anjlok. Menurut Andri, beberapa ruas juga ditunda untuk dilakukan divestasi sampai normal.

Dia optimistis tahun depan traffic jalan tol akan meningkat. Pun arus logistik yang berimbas peningkatan lalu lintas harian (LHR).

"Kita menunggu situasi normal. Jadi valuasi aset memenuhi harapan. Kita tidak melepas aset di bawah nilai tertentu, tapi kami pilih tunda," katanya.(amt/sumber:cnbcindonesia.com)