Kominfo Dukung Penuh Gerakan Wisata Sehat Yogyakarta

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 09/Okt/2021 16:36 WIB
Salah satu atraksi budaya Yogyakarta Salah satu atraksi budaya Yogyakarta

 

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo mendukung penuh Gerakan Wisata sehat di Yogyakarta. 

Baca Juga:
Jabar-Yogyakarta Berkolaborasi Promosikan Pariwisata dan Kebudayaan

Dikenal dengan wisata alam, kebudayaan sejarah dan kuliner yang sangat istimewa, Yogyakarta menjadi destinasi wisata yang selalu menarik untuk dikunjungi wisatawan. 

Namun pariwisata kini menjadi salah satu sektor yang sangat tedampak karena adanya pembatasan sosial dan karantina wilayah. 

Baca Juga:
Ke Yogyakarta, Pastikan Mampir di Ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Pentingsari

Gerakan Wisata Sehat yang diinisiasi Organisasi Bina Berkarya menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk membangkitkan kembali industri wisata termasuk para pelaku UMKM yang mendukung industri tersebut. 

Kominfo gelar webinar Penerapan Literasi Digital dan Pemanfaatan Teknologi pada Desa Wisata Budaya dalam Momentum Kebiasaan Baru Pariwisata, Sabtu (9/10/2021) sebagai salah satu dukungannya.

Baca Juga:
Menko Marves Minta Setiap Pengunjung Malioboro Tunjukkan Kartu Vaksin

Hadir dalam kesempatan tersebut  Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemkominfo Septriana Tangkary,  Ketua Badan Promosi Pariwisata Provinsi DIY GKR Bendara, dan Pendiri Bina Berkarya Satya Bilal.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber Yudi Syahrial (Koordinator Informasi dan Komunikasi Maritim Kemkominfo) , Wahyu Hendratmoko (Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta) dan Desideria Murti (Edukator Pariwisata Travelxism sebagai narasumber).

"Selain menyusun protokol kesehatan. Yogyakarta juga memiliki gerakan Yogya untuk Yogya, yaitu bagaimana warga Yogya bisa menghidupi ekonomi Yogyakarta itu sendiri dan program Yogya Untuk Semuanya, agar melalui banyak koridor, wisatawan kembali menuju kota Yogya," ujar Heroe. 

Sementara menurut Septriana, salah satu upaya pemerintah mendorong pariwisata dan pemulihan ekonomi adalah percepatan vaksinasi kepada masyarakat. 

“Mari kita gerakkan vaksinasi door-to-door sehingga per bulan Desember 2021 dapat mencapai 80% dan pariwisata dapat dijalankan dengan nyaman dan tenang,“ tuturnya.

GKR Bendara menyampaikan bahwa pariwisata merupakan magnet sebuah daerah, namun saat pandemi ini seolah berhenti sejenak untuk beristirahat. 

Namun, pelaku pariwisata tidak menyerah melainkan memanfaatkan momentum kebiasaan baru untuk memulihkan ekonomi daerah.

“Sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan saling bersinergi untuk saling gandeng gendong, seperti slogan kota Yogyakarta. Momentum kebiasaan baru pariwisata dilakukan dengan peningkatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi salah satunya pada kampung wisata," bebernya.

Dalam sesi diskusi panel, Yudi menyampaikan bahwa pemerintah tetap optimistis fokus pada Empat Pilar Pembangunan Pariwisata dan mewujudkan perkuatan fasilitas Tiga A pariwisata.

"Yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Kita harus tetap optimistis pariwisata akan bangkit kembali, terutama dengan kekhasan kota Yogyakarta sebagai salah satu pilihan destinasi wisata utama di Indonesia," ungkapnya.

Kadis Pariwisata Yogya menyatakan kesiapan Yogyakarta untuk mendukung Gerakan Wisata Sehat. 

“Yogyakarta memiliki dua lokomotif pembangunan yaitu pariwisata dan pendidikan. Keduanya mengalami dampak besar dari pandemi Covid-19, yang biasanya mendapatkan kunjungan sebanyak 4 juta jiwa, hingga Oktober 2021, hanya 200-300 ribu orang. Karena itu, pemerintah kota Yogyakarta harus terus melakukan inovasi baru karena setiap kunjungan, wisatawan selalu menginginkan hal yang berbeda.” jelasnya.

Mengakhiri diskusi, Desideria bilang bahwa wisatawan mancanegara kini memilih waktu liburan yang lama (length of stay). 

Hal itu karena saat ini pariwisata harus memberikan pengalaman cerita yang lengkap dan menarik dengan identitas unik (storynomic tourism). 

"Budaya harus menjadi aset yang direpresentasikan ulang menjadi wisata, ekraf, lalu storynomic," katanya.

Ada geliat baru dari dalam dan luar negeri, yaitu new form of tourism and lifestyle, di mana terdapat penerapan CHSE yang baik, disertai kelengkapan tempat pariwisata, di mana wisatawan dapat melakukan aktivitas kerja dan wisata (work, stay, live, learn).

Webinar ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo dengan melibatkan lebih 300 orang peserta secara daring. (omy)