Kapal Karam di Sumbar Dijarah, Tiga Nelayan Ini Kena Batunya

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 21/Okt/2021 09:08 WIB
Polsek Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat menahan tiga orang yang diduga menjarah perlengkapan kapal yang karam di perairan setempat.(foto:ilustrasi kapal karam) Polsek Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat menahan tiga orang yang diduga menjarah perlengkapan kapal yang karam di perairan setempat.(foto:ilustrasi kapal karam)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kepolisian Sektor Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menahan tiga pria yang diduga menjarah perlengkapan kapal yang karam di perairan Pasia Jambak. 

"Ketiga pelaku ditahan atas status tersangka karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana pencurian," kata Kepala Kepolisian Sektor Koto Tangah AKP Afrino di Padang, seperti dikutip dari Antara, Kamis (21/10/2021). 

Baca Juga:
Ekspor Produk Perikanan Naik 6,6 Persen di 2021

Ketiga pelaku yang ditahan adalah Hamzah (25) dan Hendrianto (42) yang merupakan warga Padang Sarai. Lalu, Alex Candra (36) warga Pasia Nan Tigo. 

Penangkapan para tersangka dilakukan oleh Unit Opsnal Reskrim Polsek Koto Tangah pada Senin (18/10), dengan dasar laporan LP/74/B/X/2021/SPKT/Polsek Koto Tangah/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat. 

Baca Juga:
Lagi, KKP Tangkap Tiga Kapal Pencuri Ikan Asal Malaysia di Laut Sulawesi

Usai ditangkap, ketiganya langsung menjalani pemeriksaan. Polisi menjerat para pelaku yang bekerja sebagai nelayan dengan pidana, karena melanggar Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. 

Ketika diperiksa ketiga tersangka akhirnya mengakui bahwa mereka telah mengambil sejumlah komponen kapal yang karam dan terdampar di tepi pantai Pasir Jambak pada 30 September 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.  

Baca Juga:
Indonesia Ekspor 2,3 Ton Ikan dari Makassar ke Singapura

Rinciannya, satu unit kompas, satu mesin kapal merek Yanmar 33 PK, satu jangkar kapal, setengah bal tali kapal, dan satu buah dinamo kapasitas 3000 watt yang telah diamankan sebagai barang bukti. Penjarahan itu menimbulkan kerugian sekitar Rp160 juta.(fh/sumber:antara)