Mantap, Tren Pengguna Ferizy Angkutan Penyeberangan Naik 58 Persen

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 22/Okt/2021 13:59 WIB
Angkutan penyeberangan Angkutan penyeberangan

 

JAKARTA (BeritaTrans com) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari klaster logistik yang berhasil menjalankan transformasi di tengah persaingan global dan menjadi perusahaan yang profesional, transparan dan akuntabel. 

Baca Juga:
Kini Beli Tiket Ferry di Cabang Bitung, Ternate, dan Sape Dibayar Non Tunai

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden Joko Widodo yang disaksikan 20 Direktur Utama BUMN terpilih di sela kegiatan Rakor BUMN di Hotel Meruorah Labuan Bajo, pekan lalu. 

Erick merespon positif atas apresiasi dan dukungan serta dari Presiden Jokowi atas transformasi yang sudah dijalankan perusahaan BUMN. 

Baca Juga:
Mulai 1 Desember, E-Ticket Penyebrangan Harus Dilengkapi Data Lengkap Sesuai Kartu Identitas Penumpang dan STNK

"Terlebih transformasi yang diterapkan sejumlah BUMN mampu menaikkan revenue secara akumulasi dan pencapaian net income total seluruh BUMN yang menyamai tahun lalu. Padahal situasi masih pandemi. Hal itu patut kita syukuri," urainya.

Menurutnya, ASDP menjadi salah satu BUMN yang dipandang berkinerja baik dalam dua tahun terakhir dan melakukan transformasi bisnis sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Menteri Erick melakukan transformasi terhadap BUMN. 

Baca Juga:
KMP Labuhan Haji Mulai Layani Rute Bitung-Tobelo

Erick memastikan bahwa BUMN menjalankan 5 program prioritas utama yang telah dipaparkan kepada seluruh jajaran BUMN, yakni transformasi, penerapan core value dengan AKHLAK sebagai kunci, rekstrukturisasi bisnis, pemgembangan digital, dan peningkatan investasi. 

"Pengembangan digital tidak kalah penting apalagi di era disrupsi saat ini menuju teknologi yang semakin canggih dan modern, dan contohnya kita akan mendorong teknologi 5G," tutur dia.

Salah satu keberhasilan ASDP dalam transformasi ialah suksesnya program digitalisasi penyeberangan yang dikebut perusahaan. 

ASDP berhasil mencatatkan pertumbuhan pengguna (user) yang membeli tiket penyeberangan via Ferizy periode Januari - September 2021 mencapai 245.719 user atau tumbuh sebesar 58 persen bila dibandingkan dengan Tahun 2020. 

Tercatat sejak awal implementasi Ferizy hingga saat ini, jumlah pengguna (user) Ferizy mencapai 669.377 user, dengan rata-rata pertumbuhan sejumlah 27.302 user di tiap bulannya selama Tahun 2021.

Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan pengguna (user) Ferizy yang cukup signifikan mengingat jumlah pengguna (user) Ferizy saat awal penerapan pada 1 Mei 2020 yakni 45.295 user. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengemukakan, peningkatan user Ferizy pada tahun ini merupakan bukti komitmen ASDP dalam mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang diterapkan di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk. 

"Perlahan namun pasti, ASDP telah berhasil melakukan peningkatan taraf peradaban dalam industri penyeberangan yang lebih modern. Kami meyakini bahwa digitalisasi penyeberangan yang kami lakukan saat ini juga mampu mengubah wajah industri penyeberangan menjadi berkelas dunia, tentu dengan penguatan pada sisi kualitas layanan dan keselamatan penumpang," tuturnya. 

Jika dilihat berdasarkan data produksi sejak 1 Mei 2020 hingga saat ini, tercatat bahwa Ferizy telah melayani 1,14 juta pejalan kaki dan 7,88 juta kendaraan di empat pelabuhan utama. 

Bila dibandingkan dengan produksi periode Mei - Desember 2020, didapati bahwa produksi di Tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 29% atau sejumlah 1,15 juta pengguna jasa. 

ASDP terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan layanan yang dilakukan secara berkelanjutan (continuous improvement) demi mengimbangi dinamika bisnis dan perubahan tuntutan pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. 

"Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku," kata dia. 

Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa maupun petugas ASDP menjadi prioritas utama.

Salah satu komitmen ASDP adalah terus memacu penetrasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya dilakukan di lebih dari 20 pelabuhan ASDP. 

Belum lama ini, ASDP mendukung program Pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan menerapkan verifikasi data vaksin pengguna jasa pada proses reservasi tiket online Ferizy yang terintegrasi bertahap dengan Aplikasi PeduliLindungi.

Layanan penjualan tiket online Ferizy yang berlaku di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk telah terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, dimana data vaksin menjadi syarat wajib dalam proses reservasi tiket online di Ferizy. 

Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. 

"Kini beli tiket via online semakin mudah, beli sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal dua jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup scan barcode yang didapat saat beli online, lalu akan mendapatkan Boarding Pass untuk naik ke kapal. 

Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket. 

Untuk tahun 2021 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 111,24 miliar. 

Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda 2 & 3 sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton. (omy)