Angkasa Pura I Dukung Layanan Penerbangan Langsung Komoditas Ekspor Makassar - Hong Kong

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 30/Okt/2021 18:33 WIB
Pesawat kargo Garuda Indonesia di Bandara Hasanuddin, Makassar Pesawat kargo Garuda Indonesia di Bandara Hasanuddin, Makassar


JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung layanan penerbangan langsung (direct flight) komoditas ekspor dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Hong Kong.

Layanan direct flight kargo oleh maskapai Garuda Indonesia ini diresmikan melalui kegiatan pelepasan penerbangan langsung yang dilakukan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (30/10/2021).

Baca Juga:
InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang selama Angkutan Lebaran

Komoditas ekspor berupa ikan segar dan hidup seberat 11 ton diterbangkan hari ini. Ke depannya, jadwal penerbangan seminggu sekali setiap Sabtu menggunakan pesawat Garuda Indonesia seri A330-300. 

Pesawat ini memiliki daya angkut sebesar 30-40 ton sekali terbang. 

Baca Juga:
Mantap, Meroket 15 Tangga, Bandara Soekarno-Hatta jadi Peringkat 28 Terbaik Dunia Tahun 2024

“Angkasa Pura I senantiasa mendukung kegiatan perekonomian daerah melalui keberadaan bandara-bandaranya sebagai jalur ekspor produk lokal ke mancanegara. Salah satunya adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang memiliki infrastruktur memadai dan lokasi strategis di mana pesawat dapat langsung terbang ke Hongkong jarak tempuhnya sekitar lima jam sehingga lebih cepat dan efektif dibandingkan jika harus transit ke Cengkareng atau Jakarta. Ini dapat membantu para eksportir dalam hal pengiriman komoditas ke luar negeri,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Acara diawali dengan prosesi pelepasan penerbangan langsung secara simbolisasi oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sulaiman, didampingi General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, General Manager Garuda Indonesia, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Sulawesi Selatan, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan. 

Baca Juga:
Cuma 12 Hari Libur Lebaran, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tembus 2,02 Juta, jadi Tersibuk di Asia Tenggara

“Tugas kami adalah memudahkan proses administrasi, akses dan hal - hal yang diperlukan oleh para ekpsortir. Salah satunya yaitu direct flight ini. Penerbangan langsung sangat membantu dari segi kelancaran pengiriman serta segi ekonomi yang lebih hemat biaya dibandingkan jika harus transit ke Jakarta atau Cengkareng," urai Andi.

Terwujudnya layanan ini merupakan kerja bersama para stakeholder terkait seperti Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Garuda Indonesia, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan, Bea dan Cukai serta instansi lainnya. 

Andi juga menyerahkan sertifikat kesehatan ikan dari Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan. 

"Sertifikat ini menjadi bukti bahwa komoditas ikan yang diekspor telah memenuhi syarat dan laik untuk dikirim ke luar negeri," ungkap dia.

Para eskportir menyambut baik layanan direct flight Makassar - Hong Kong hari ini.

“Pengiriman komoditi ekspor semakin lancar dan cepat. Saya berharap ke depannya frekuensi penerbangan kargo ke luar negeri ditambah tidak hanya seminggu sekali,” ujar Johan selaku Kepala CV Aquamarindo Pratama.

Sebagai informasi, sejak Januari hingga September 2021, trafik kargo yang melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar 67.876.152 kg, tumbuh 37,4 persen dibanding trafik kargo pada periode yang sama tahun 2020. 

Selain dukungan melalui penyediaan fasilitas ekspor melalui bandara, Angkasa Pura I sebagai badan usaha milik negara juga turut membantu dan mendorong masyarakat di daerah untuk melakukan ekspor.

Salah satunya dengan memberikan pelatihan ekspor bagi usaha mikro kecil (UMK) di beberapa daerah, salah satunya di Yogyakarta yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

$Pelatihan ekspor bagi UMK ini bertujuan menjadikan UMK binaan memahami potensi dan peluang pasar produk potensial daerah beserta tren produk di pasar ekspor dan standar mutu produk," tutur Faik. (omy)